Misteri Pejabat Pemkab Bangkalan Tewas di Mobil Dinas
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Kasus penemuan jenazah seorang perempuan di dalam mobil dinas berpelat merah yang terparkir di kawasan Terminal Bandara Juanda, Surabaya, mulai menemukan titik terang. Korban diketahui merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bangkalan berinisial RYS, yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Bangkalan.
Jenazah korban tiba di rumah duka di kawasan Perumda Mlajah, Bangkalan, Kamis dini hari, setelah sebelumnya menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Sidoarjo. Kedatangan jenazah disambut isak tangis keluarga dan kerabat yang masih terpukul atas kepergian korban secara tragis.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengungkapkan bahwa korban ditemukan dalam kondisi pembusukan lanjut di kursi penumpang depan mobil dinas miliknya. Kendaraan tersebut ditemukan terparkir di area Bandara Juanda dalam keadaan terkunci.
Menurut keterangan keluarga, korban berpamitan sejak Kamis lalu. Pada malam harinya, korban masih sempat mengirimkan lokasi melalui fitur share location yang menunjukkan dirinya berada di wilayah Pujon, Kabupaten Malang.
Komunikasi antara korban dan keluarga masih berlangsung hingga Jumat dan Sabtu pagi. Bahkan, korban disebut sempat melakukan panggilan video dengan keluarganya. Namun, sejak Sabtu siang, korban mendadak tidak dapat dihubungi dan dinyatakan hilang kontak.
Fakta yang kemudian memunculkan tanda tanya besar berasal dari rekaman CCTV Bandara Juanda. Dalam rekaman tersebut, mobil dinas korban terlihat memasuki area bandara pada Sabtu sekitar pukul 16.00 WIB. Namun, sosok yang berada di kursi pengemudi bukanlah korban.
Dari hasil pengamatan keluarga, terlihat seorang laki-laki mengambil tiket parkir saat kendaraan memasuki kawasan bandara. Temuan ini memunculkan dugaan bahwa korban kemungkinan sudah tidak bernyawa ketika mobil tersebut dibawa masuk ke lokasi penemuan.
“Kami menduga korban sudah meninggal dunia sebelum kendaraan masuk ke area parkir bandara. Dugaan itu diperkuat dengan adanya sosok laki-laki yang mengemudikan kendaraan korban,” ujar Risang Bima Wijaya.
Tak hanya rekaman CCTV di Bandara Juanda, pihak keluarga juga mengaku memiliki rekaman lain yang memperlihatkan korban bersama seorang laki-laki saat berada di kawasan Pujon, Malang. Seluruh rekaman tersebut telah diserahkan kepada penyidik sebagai bahan pendalaman kasus.