Peringati 1 Muharram, BIP Gelar Do'a Bersama Ribuan Anak Yatim, Ali Zaenal: Mereka Anak yang Dicintai Rasulullah
- Bayu
Sumenep-, Konsisten dan istiqamah di jalan Fastabiqul Khairat, Bani Insan Peduli (BIP) menggelar peringatan 1 Muharram 1448 Hijriah dengan mengadakan doa bersama dan santunan bagi ribuan anak yatim piatu, kaum dhuafa, serta fakir miskin di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.
Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri para ulama, habib, dan masyaikh. Sejak pagi, ribuan warga memadati lokasi acara. Tak hanya penerima manfaat yang telah terdata, sejumlah anak yatim dan warga kurang mampu di luar data BIP juga berdatangan untuk mengikuti kegiatan tersebut.
Melihat antusiasme masyarakat yang begitu tinggi, Founder Bani Insan Peduli, H. Ali Zaenal Abidin, langsung menginstruksikan panitia agar seluruh anak yatim, kaum dhuafa, dan fakir miskin yang hadir tetap mendapatkan santunan secara lengkap.
Keputusan itu pun disambut haru oleh para penerima manfaat.
“Terima kasih BIP. Meskipun saya tidak didata, Alhamdulillah tetap dapat bantuan dan saya sangat senang sekali,” ungkap Ahmadi, salah satu anak yatim yang hadir.
Suasana haru semakin terasa ketika Ali Zaenal Abidin menyampaikan sambutan di hadapan ribuan peserta. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim merupakan bagian dari ajaran Rasulullah SAW yang harus terus dijaga dan diwariskan.
Menurutnya, Nabi Muhammad SAW adalah sosok yang sangat dekat dengan anak yatim, karena beliau sendiri tumbuh sebagai seorang yatim. Ayah beliau wafat sebelum Nabi lahir, sementara ibundanya meninggal ketika beliau masih kecil.
“Rasulullah SAW merasakan sendiri bagaimana menjadi anak yatim. Karena itu beliau mengajarkan umatnya untuk memuliakan, menyayangi, dan menjaga mereka. Anak yatim bukanlah beban, melainkan anak-anak yang dicintai Rasulullah dan menjadi jalan bagi umat untuk meraih keberkahan,” ujar Ali.
Ia menjelaskan, hubungan anak yatim dengan Nabi Muhammad SAW tidak hanya sebatas kisah sejarah, tetapi merupakan teladan tentang kasih sayang dan kepedulian sosial.
“Bagi kami, merawat anak yatim bukan sekadar memberikan santunan. Ini adalah upaya meneladani Rasulullah SAW. Ketika kita membahagiakan anak yatim, kita sedang merawat nilai-nilai kemanusiaan yang diajarkan Nabi,” katanya.
Ali juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang menyebutkan, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim akan berada di surga seperti ini,” sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya.
Menurutnya, hadis tersebut menjadi motivasi bagi BIP untuk terus istiqamah menjalankan kegiatan sosial.
“Sungguh di luar dugaan, banyak anak yatim yang tidak masuk database kami ikut berdatangan. Kami sangat senang dan berterima kasih. Semakin banyak anak yatim yang hadir, semakin banyak pula doa yang dipanjatkan agar BIP tetap istiqamah di jalan Fastabiqul Khairat. Aamiin,” tuturnya.
Ia pun berharap momentum Tahun Baru Islam menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus memperkuat kepedulian sosial. Sebab, memuliakan anak yatim, kaum dhuafa, dan fakir miskin bukan hanya bentuk ibadah, melainkan juga wujud kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.