Harga Telur Anjlok, Menu MBG Bangkalan Ditambah

Salah satu contoh porsi MBG di Bangkalan yang terbaru
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Anjloknya harga telur di pasaran membuat Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah cepat. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG) diminta menambah penggunaan telur dalam menu makanan yang disajikan kepada para penerima manfaat.

img_title Saat Menyusui, ‘Ibu Bos’ Narkoba Digerebek Polisi Bangkalan

 

Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kebijakan tersebut mulai diterapkan sejak awal Juni 2026. Jika sebelumnya menu berbahan dasar telur hanya disajikan dua kali dalam sepekan, kini frekuensinya ditingkatkan menjadi tiga kali setiap minggu.

img_title AMSP Desak Kadinkes Sumenep Tindak Tegas Oknum Bides, “Gak Pakai Drama!”

 

Kepala SPPG Mlajah 05 Bangkalan, Yahdi Irawan, mengatakan penambahan menu telur dilakukan setelah pihaknya menerima surat edaran dari BGN. Kebijakan ini berlaku bagi seluruh dapur MBG di Bangkalan sebagai upaya membantu menyerap hasil produksi peternak sekaligus menjaga stabilitas harga telur yang tengah mengalami penurunan.

img_title Semarak Tahun Baru Islam, Ratusan Santri dan Warga Ikuti Pawai Obor di Burneh

 

“Penggunaan telur pada menu MBG kini ditambah menjadi tiga kali dalam seminggu. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi siswa, kebijakan ini juga diharapkan dapat membantu menyerap produksi peternak lokal,” ujar Yahdi.

 

Menurutnya, dalam satu kali pengolahan menu berbahan telur, SPPG Mlajah 05 dapat menghabiskan sekitar 99 hingga 120 kilogram telur. Jumlah tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan ribuan penerima manfaat yang tersebar di sejumlah sekolah.

 

Penambahan frekuensi penggunaan telur juga menjadi tantangan tersendiri bagi tim dapur. Mereka dituntut lebih kreatif dalam mengolah berbagai menu agar siswa tidak merasa bosan.

 

Yahdi menjelaskan, telur tidak selalu disajikan dalam bentuk yang sama. Tim dapur terus berinovasi dengan menghadirkan beragam variasi olahan, mulai dari telur balado, telur kecap, telur dadar sayur hingga menu lain yang disesuaikan dengan selera siswa.

 

“Kami berusaha agar menu tetap menarik dan disukai anak-anak. Karena itu, olahan telur dibuat bervariasi sehingga mereka tetap antusias saat menerima makanan,” katanya.

 

Sementara itu, Muhammad Hidayatullah, siswa SMA Al-Qur’an Al Asrar Bangkalan, mengaku senang dengan adanya variasi menu telur yang disajikan dalam program MBG. Menurutnya, menu tersebut tidak hanya lezat tetapi juga membuat dirinya lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar.

 

Selain menambah frekuensi penyajian telur, pihak SPPG juga mengatur jadwal menu secara bergantian dengan sumber protein lain seperti ayam, ikan, dan daging. Langkah ini dilakukan untuk menjaga variasi hidangan sekaligus memastikan kebutuhan gizi siswa tetap terpenuhi secara seimbang.

 

Bagi penerima manfaat yang memiliki alergi terhadap telur, SPPG menyiapkan menu pengganti dengan sumber protein lain. Dengan demikian, seluruh siswa tetap dapat memperoleh asupan gizi yang aman dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing.(RHM)