Ribuan Relawan MBG Bangkalan Desak Program Tetap Berlanjut

Ribuan massa aksi desak program MBG dilanjut
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Ribuan relawan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), supplier, dan mitra dapur dari berbagai wilayah di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggelar aksi damai untuk menyuarakan dukungan terhadap keberlanjutan program nasional tersebut.

img_title Antrean BBM Mengular, SPBU di Bangkalan Diserbu Pengendara

 

Massa yang didominasi kaum perempuan dan relawan dapur MBG itu melakukan long march dari Stadion Gelora Bangkalan menuju Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Sepanjang perjalanan, mereka membawa poster dan spanduk berisi dukungan agar program MBG tetap berjalan demi keberlangsungan lapangan kerja dan pemenuhan gizi masyarakat.

img_title Viral Video Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Beredar, Keluarga Desak Polisi Bertindak

 

Setibanya di kantor pemkab, para peserta aksi sempat menyampaikan orasi di depan gerbang sebelum akhirnya diperbolehkan masuk ke halaman kantor. Di lokasi tersebut, perwakilan dari masing-masing SPPG secara bergantian menyampaikan aspirasi mereka di hadapan Satgas MBG Kabupaten Bangkalan dan sejumlah pejabat pemerintah daerah.

img_title Tangis Iringi Pemakaman Pejabat Bangkalan, Keluarga Desak Pelaku Ditangkap

 

Dalam orasinya, para peserta menilai Program Makan Bergizi Gratis telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Selain membuka ribuan lapangan pekerjaan, program ini juga dinilai mampu menyerap hasil pertanian, peternakan, dan berbagai produk lokal yang menjadi kebutuhan dapur-dapur MBG.

 

Dukungan kuat juga datang dari para relawan perempuan yang bekerja di dapur MBG. Mereka mengaku program tersebut menjadi sumber penghasilan yang membantu kebutuhan keluarga sehari-hari. Bahkan, sebagian di antaranya merupakan ibu tunggal yang menggantungkan penghasilan dari pekerjaan di dapur MBG.

 

Salah satu pemilik SPPG, Holifi, mengungkapkan bahwa untuk mendirikan dapur MBG dibutuhkan modal yang tidak sedikit. Banyak pemilik dapur yang harus menjual aset pribadi hingga mengajukan pinjaman ke bank demi memenuhi standar operasional yang ditetapkan.

 

“Banyak pemilik SPPG yang berjuang keras, bahkan ada yang menjual sawah dan berutang ke bank untuk membangun dapur. Jika program ini dihentikan, tentu akan berdampak besar terhadap pemilik maupun para pekerja yang menggantungkan hidupnya dari program ini,” ujarnya.

 

Menurut data yang disampaikan peserta aksi, pelaksanaan Program MBG di Bangkalan telah menjangkau hampir 500 ribu penerima manfaat. Karena itu, mereka khawatir penghentian program akan berdampak pada pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok penerima manfaat lainnya.

 

Menanggapi aspirasi tersebut, Ketua Satgas MBG Kabupaten Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menyampaikan apresiasi atas penyampaian aspirasi yang dilakukan secara tertib dan damai. Ia menegaskan pihaknya mendukung aspirasi para relawan dan pemilik SPPG.

 

Hasil audiensi antara perwakilan peserta aksi dan pemerintah daerah menghasilkan komitmen bersama untuk mengawal aspirasi tersebut hingga ke pemerintah pusat. Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga menyatakan dukungannya agar Program Makan Bergizi Gratis terus berjalan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, baik dari sisi pemenuhan gizi maupun penguatan ekonomi lokal.(rhm)