Tangis Iringi Pemakaman Pejabat Bangkalan, Keluarga Desak Pelaku Ditangkap

Momen duka ketika jenazah pejabat Bangkalan dikebumikan
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Isak tangis keluarga dan kerabat pecah saat jenazah R-Y-S, aparatur sipil negara (ASN) yang menjabat sebagai Sekretaris Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Bangkalan, dibawa ke masjid untuk dishalatkan sebelum dimakamkan di Kelurahan Mlajah, Kabupaten Bangkalan, Kamis.

img_title Antrean BBM Mengular, SPBU di Bangkalan Diserbu Pengendara

 

Suasana duka begitu terasa sejak jenazah tiba di rumah duka. Sejumlah keluarga, tetangga, hingga rekan kerja korban tampak tak kuasa menahan kesedihan. Mereka mengiringi kepergian R-Y-S yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas yang terparkir di kawasan Terminal Bandara Juanda, Sidoarjo.

img_title Viral Video Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Beredar, Keluarga Desak Polisi Bertindak

 

Setelah prosesi salat jenazah selesai dilaksanakan, jasad korban langsung dibawa menuju kompleks pemakaman desa. Ratusan pelayat turut mengantar hingga ke tempat peristirahatan terakhir. Sejumlah ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan juga terlihat hadir memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah.

img_title Ribuan Relawan MBG Bangkalan Desak Program Tetap Berlanjut

 

Di tengah suasana berkabung, keluarga korban menyampaikan harapan besar agar kasus kematian R-Y-S segera terungkap. Melalui kuasa hukumnya, keluarga meminta aparat kepolisian bergerak cepat untuk menangkap pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

 

Menurut kuasa hukum keluarga, berbagai petunjuk yang telah diperoleh penyidik, termasuk rekaman kamera pengawas atau CCTV, dinilai cukup penting untuk mengungkap rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

 

Selain itu, pihak keluarga juga membantah kabar yang beredar terkait dugaan bahwa korban meninggal dunia dalam kondisi hamil. Menurut mereka, informasi tersebut tidak dapat dibenarkan dan hingga kini belum ada hasil resmi yang menyatakan hal tersebut.

 

Kuasa hukum keluarga menjelaskan bahwa hasil autopsi masih belum diterima pihak keluarga. Namun demikian, mereka menduga kondisi tubuh korban yang mengalami pembengkakan bukan karena faktor lain, melainkan akibat proses pembusukan jenazah setelah berada di dalam mobil yang terkunci selama beberapa hari.

 

“Jasad berada di dalam kendaraan dalam waktu yang cukup lama, sehingga pembengkakan yang terjadi merupakan bagian dari proses alami pada jenazah,” ujar perwakilan keluarga.

 

Lebih lanjut, berdasarkan rekaman CCTV yang telah dipelajari, keluarga menyebut hanya ada satu orang laki-laki yang terlihat bersama korban di dalam mobil dinas tersebut. Sosok itu terekam baik saat kendaraan melintas di pintu masuk kawasan bandara maupun ketika berada di area parkir tempat mobil akhirnya ditemukan.

 

Temuan itu menjadi salah satu fokus penyelidikan aparat kepolisian. Penyidik Polresta Sidoarjo saat ini masih melakukan penelusuran terhadap identitas orang yang terekam bersama korban, sekaligus mendalami sejumlah barang bukti yang ditemukan di dalam kendaraan.

 

Keluarga berharap seluruh rangkaian penyelidikan dapat segera membuahkan hasil. Dengan adanya rekaman CCTV, barang bukti, serta berbagai petunjuk lain yang telah dikumpulkan penyidik, mereka optimistis kasus kematian R-Y-S akan terungkap secara terang.

 

Sementara itu, masyarakat Bangkalan turut menaruh perhatian besar terhadap kasus ini. Banyak pihak berharap proses hukum berjalan transparan sehingga penyebab kematian korban dapat diketahui secara pasti dan pihak yang bertanggung jawab dapat segera dimintai pertanggungjawaban di hadapan hukum.(rhm)