Antrean BBM Mengular, SPBU di Bangkalan Diserbu Pengendara

Ratusan kendaraan bermotor antri BBM disalah satu SPBU Bangkalan Madura
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, semakin memicu kepanikan masyarakat. Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga sekitar 1,5 kilometer, sementara beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalitedan Solar. Akibatnya, pengendara roda dua maupun roda empat harus berdesakan dan menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.

img_title Targetkan 100 Rumah Ibadah, Yayasan BIP Jadikan Pantai Badur Sumenep Poros Wisata Religi Baru

 

Pemandangan tersebut terlihat di SPBU Junok, Bangkalan. Ratusan sepeda motor, mobil pribadi hingga truk memenuhi badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang. Antrean kendaraan bahkan memakan sebagian ruas jalan sehingga arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut tersendat.

img_title Viral Video Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Beredar, Keluarga Desak Polisi Bertindak

 

Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian turun langsung ke lokasi. Polisi terpaksa menghentikan sementara antrean kendaraan agar kemacetan tidak semakin panjang dan lalu lintas kembali bergerak normal.

img_title Tangis Iringi Pemakaman Pejabat Bangkalan, Keluarga Desak Pelaku Ditangkap

 

Kondisi serupa juga terjadi di SPBU yang berada di kawasan pusat Kota Bangkalan. Antrean mobil mengular hingga mencapai kawasan Stadion Gelora Bangkalan di sisi utara. Tidak sedikit pengendara yang memilih berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya dengan harapan masih tersedia stok BBM.

 

Para pengendara mengaku datang tidak hanya dari wilayah Kota Bangkalan, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain. Mereka terpaksa mencari BBM ke pusat kota karena SPBU di daerah mereka sudah lebih dulu tutup akibat kehabisan pasokan.

 

Rata-rata pengendara harus menunggu lebih dari satu jam untuk bisa mengisi bahan bakar. Bahkan, demi menjaga ketersediaan stok, sejumlah SPBU menerapkan pembatasan pengisian. Kendaraan roda empat, termasuk truk yang mengisi Solar, hanya diperbolehkan membeli BBM maksimal senilai Rp300 ribu dalam sekali transaksi.

 

Suhur, seorang sopir, mengaku antre sejak pagi demi mendapatkan Solar untuk melanjutkan pekerjaannya. Menurutnya, antrean panjang membuat aktivitas distribusi barang menjadi terganggu dan menambah biaya operasional.

 

Sementara itu, Asit, pengemudi mobil lainnya, mengatakan kondisi seperti ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Ia berharap pasokan BBM segera kembali normal agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.

 

Berdasarkan keterangan para pengendara, kelangkaan BBM di Bangkalan telah terjadi sekitar sepekan terakhir. Awalnya, masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite. Dalam beberapa hari terakhir, stok Solar di sejumlah SPBU juga mulai menipis bahkan habis, sehingga antrean kendaraan semakin panjang.

Halaman Selanjutnya
img_title