Antrean BBM Mengular, SPBU di Bangkalan Diserbu Pengendara
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, semakin memicu kepanikan masyarakat. Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) mengular hingga sekitar 1,5 kilometer, sementara beberapa SPBU dilaporkan kehabisan stok Pertalitedan Solar. Akibatnya, pengendara roda dua maupun roda empat harus berdesakan dan menghabiskan waktu berjam-jam demi mendapatkan BBM.
Pemandangan tersebut terlihat di SPBU Junok, Bangkalan. Ratusan sepeda motor, mobil pribadi hingga truk memenuhi badan jalan dan menyebabkan kemacetan panjang. Antrean kendaraan bahkan memakan sebagian ruas jalan sehingga arus lalu lintas dari arah berlawanan ikut tersendat.
Untuk mengurai kepadatan, petugas kepolisian turun langsung ke lokasi. Polisi terpaksa menghentikan sementara antrean kendaraan agar kemacetan tidak semakin panjang dan lalu lintas kembali bergerak normal.
Kondisi serupa juga terjadi di SPBU yang berada di kawasan pusat Kota Bangkalan. Antrean mobil mengular hingga mencapai kawasan Stadion Gelora Bangkalan di sisi utara. Tidak sedikit pengendara yang memilih berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya dengan harapan masih tersedia stok BBM.
Para pengendara mengaku datang tidak hanya dari wilayah Kota Bangkalan, tetapi juga dari berbagai kecamatan lain. Mereka terpaksa mencari BBM ke pusat kota karena SPBU di daerah mereka sudah lebih dulu tutup akibat kehabisan pasokan.
Rata-rata pengendara harus menunggu lebih dari satu jam untuk bisa mengisi bahan bakar. Bahkan, demi menjaga ketersediaan stok, sejumlah SPBU menerapkan pembatasan pengisian. Kendaraan roda empat, termasuk truk yang mengisi Solar, hanya diperbolehkan membeli BBM maksimal senilai Rp300 ribu dalam sekali transaksi.
Suhur, seorang sopir, mengaku antre sejak pagi demi mendapatkan Solar untuk melanjutkan pekerjaannya. Menurutnya, antrean panjang membuat aktivitas distribusi barang menjadi terganggu dan menambah biaya operasional.
Sementara itu, Asit, pengemudi mobil lainnya, mengatakan kondisi seperti ini sudah berlangsung selama beberapa hari terakhir. Ia berharap pasokan BBM segera kembali normal agar masyarakat tidak terus mengalami kesulitan.
Berdasarkan keterangan para pengendara, kelangkaan BBM di Bangkalan telah terjadi sekitar sepekan terakhir. Awalnya, masyarakat kesulitan memperoleh Pertalite. Dalam beberapa hari terakhir, stok Solar di sejumlah SPBU juga mulai menipis bahkan habis, sehingga antrean kendaraan semakin panjang.
Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan resmi mengenai penyebab pasti terganggunya distribusi BBM di Kabupaten Bangkalan. Warga berharap pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga segera menambah pasokan agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas ekonomi tidak semakin terganggu. Situasi di sejumlah SPBU masih dipadati antrean kendaraan yang terus berdatangan untuk mendapatkan bahan bakar.(rhm)