ABK Kapal Ditemukan Tewas Mengapung di Perairan Kamal
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Warga dan nelayan di pesisir Desa Tanjung Jati, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria yang mengapung di perairan setempat, Selasa (12/5/2026) sore.
Korban diketahui bernama Sri Samto (57), seorang anak buah kapal (ABK) LCT Kinta Perjaya dengan jabatan Chief Mualim I. Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian kerja atau wearpack berwarna oranye milik perusahaan kapal tersebut.
Tim gabungan Satpolairud Polres Bangkalan bersama Ditpolairud Polda Jatim langsung melakukan evakuasi jasad korban menuju kamar jenazah RSUD Syamrabu Bangkalan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Kasat Polairud Polres Bangkalan AKP Muarib mengatakan, korban sebelumnya dilaporkan hilang saat bekerja di atas kapal pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.
Saat itu, korban bersama delapan ABK lainnya tengah memperbaiki terpal yang terpasang pada excavator di atas kapal LCT Kinta Perjaya yang sedang berlayar di wilayah perairan Kamal.
“Korban dilaporkan terjatuh ke laut saat melakukan pekerjaan di atas kapal. Pencarian sempat dilakukan oleh kru kapal dan petugas,” ujar AKP Muarib.
Berdasarkan keterangan para saksi, sebelum hilang korban diketahui sempat bekerja memperbaiki perlengkapan kapal bersama ABK lainnya. Di tengah pekerjaan tersebut, korban sempat berpamitan sebentar kepada rekan-rekannya.
Namun hingga proses perbaikan selesai, korban tidak kunjung kembali. Rekan sesama ABK kemudian melakukan pencarian di seluruh bagian kapal, tetapi korban tidak ditemukan.
Diduga korban mengalami kecelakaan kerja dan terjatuh ke laut tanpa diketahui kru lainnya. Laporan kehilangan kemudian disampaikan kepada petugas Satpolairud untuk dilakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Setelah dilakukan penyisiran selama hampir satu hari, jasad korban akhirnya ditemukan nelayan dalam kondisi mengapung di perairan Desa Tanjung Jati.
Penemuan tersebut langsung dilaporkan kepada aparat kepolisian. Tim gabungan yang tiba di lokasi segera mengevakuasi korban menggunakan kapal patroli menuju daratan.
AKP Muarib menambahkan, jasad korban selanjutnya dibawa ke RSUD Syamrabu Bangkalan untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
“Autopsi dilakukan untuk mengetahui apakah ada tanda-tanda kekerasan atau murni kecelakaan kerja,” katanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan kerja bagi para pekerja kapal, terutama saat melakukan aktivitas berat di tengah laut dengan kondisi cuaca dan gelombang yang tidak menentu.(RHM)