Petugas Damkar Bangkalan, Evakuasi Piton Nongol di Toko Gorden

Petugas Damkar Bangkalan saat evakuasi ular piton
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Sebuah toko gorden di Kelurahan Bancaran, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, mendadak geger setelah seekor ular piton sepanjang sekitar 1,5 meter muncul dari balik tumpukan gorden dan menjalar di dinding toko, Sabtu siang. Kemunculan reptil tersebut membuat pemilik toko panik hingga berlari keluar menyelamatkan diri.

img_title Madura Never Die: Harga Diri, Loyalitas, dan Semangat yang Tak Pernah Padam

 

Ular piton itu pertama kali diketahui saat pemilik toko sedang berada di dalam ruangan. Secara tiba-tiba, hewan melata tersebut muncul dari sela-sela gorden dan bergerak perlahan di tembok menuju bagian plafon toko.

img_title Tumpahan Solar Bongkar Sindikat BBM Ilegal di Madura

 

Pemandangan itu sontak membuat pemilik toko ketakutan. Apalagi posisi ular berada cukup dekat dengan area aktivitas di dalam toko. Warga sekitar yang mengetahui kejadian tersebut kemudian ikut berdatangan dan melaporkannya ke petugas pemadam kebakaran Bangkalan.

img_title Pencuri HP di Supermarket Bangkalan Tertangkap Usai Tabrak Mobil

 

Tak lama berselang, petugas Damkar Bangkalan tiba di lokasi untuk melakukan evakuasi. Namun proses penangkapan tidak berjalan mudah. Saat petugas datang, ular piton tersebut ternyata sudah kembali bersembunyi di balik rolling door toko.

 

Petugas pun terpaksa melakukan pembongkaran kecil secara hati-hati agar dapat menjangkau tubuh ular tanpa merusak bagian toko secara berlebihan. Setelah beberapa menit pencarian, petugas akhirnya berhasil menemukan posisi ular yang melingkar di bagian sempit belakang rolling door.

 

Saat hendak dievakuasi, ular sempat melakukan perlawanan. Reptil tersebut melilit alat capit yang digunakan petugas sebagai bentuk pertahanan diri. Meski begitu, petugas akhirnya berhasil melumpuhkan dan mengamankan ular tanpa menimbulkan korban.

 

Petugas Pemadam Kebakaran Bangkalan, Achmad Arif Mahmud, mengatakan kemunculan ular piton di permukiman warga diduga dipengaruhi kondisi cuaca hujan yang sering terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

 

“Diduga ular mencari tempat yang hangat dan aman untuk berlindung karena kondisi cuaca yang lembab dan sering hujan,” ujar Achmad Arif Mahmud di lokasi kejadian.

 

Menurutnya, saat musim hujan, reptil liar seperti ular memang lebih sering keluar dari habitat aslinya dan masuk ke permukiman warga untuk mencari tempat kering maupun sumber makanan.

 

Beruntung dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa maupun warga yang terluka. Setelah berhasil diamankan, ular piton itu kemudian dibawa petugas untuk dilepasliarkan kembali ke habitatnya yang berada jauh dari kawasan permukiman penduduk.

 

Petugas juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat musim hujan, dengan rutin memeriksa sudut rumah, gudang, maupun tempat penyimpanan barang yang berpotensi menjadi lokasi persembunyian ular.(RHM)