UNIK! Jersey Piala Dunia Warnai Kantor ASN Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Euforia Piala Dunia 2026 mulai terasa di berbagai daerah di Indonesia. Di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, suasana berbeda justru terlihat di lingkungan Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Seluruh pegawai hingga komisioner kompak mengenakan jersey tim nasional peserta Piala Dunia saat beraktivitas, mulai dari senam pagi hingga bekerja di kantor.
Pemandangan unik itu tampak pada Jumat pagi. Biasanya para pegawai mengenakan seragam olahraga, namun kali ini mereka tampil dengan jersey berbagai negara peserta Piala Dunia 2026 seperti Jerman, Prancis, Inggris, Brasil, Argentina, hingga tim nasional lainnya.
Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama yang berlangsung meriah. Suasana semakin semarak karena para pegawai terlihat saling menunjukkan dukungan terhadap tim favorit masing-masing.
Tidak hanya itu, nuansa Piala Dunia juga terasa di berbagai sudut kantor. Halaman belakang hingga area parkir dihiasi aneka pernak-pernik bertema sepak bola.
Bendera negara peserta, poster tim, photo booth, hingga jadwal lengkap pertandingan dipasang untuk menambah semangat para pegawai sekaligus menyambut pesta sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Ketua Bawaslu Kabupaten Bangkalan, Ahmad Mustain Saleh, mengatakan penggunaan jersey tim nasional oleh para pegawai memang sengaja diizinkan khusus pada momentum Piala Dunia.
Menurutnya, kegiatan itu bertujuan untuk menciptakan suasana kerja yang lebih segar dan membangun semangat kebersamaan di lingkungan kantor.
“Kami ingin ikut memeriahkan Piala Dunia 2026. Pegawai boleh mengenakan jersey tim dukungannya masing-masing, tetapi pelayanan dan pekerjaan tetap harus berjalan profesional,” ujar Ahmad Mustain Saleh.
Ia menegaskan, meskipun suasana kantor dibuat lebih santai dan meriah, seluruh pegawai tetap menjalankan tugas dan tanggung jawab seperti biasa.
Bahkan, Bawaslu Bangkalan juga memberikan waktu istirahat sejenak bagi pegawai untuk menyaksikan pertandingan secara bersama-sama atau nonton bareng (nobar), terutama untuk laga yang berlangsung pada pagi hari.
Kebijakan tersebut, kata Ahmad, diharapkan mampu menjadi penyegar di tengah rutinitas pekerjaan sekaligus meningkatkan semangat kerja para aparatur sipil negara (ASN).
“Ini bagian dari upaya menjaga semangat dan kekompakan pegawai. Kami ingin menunjukkan bahwa kegemaran terhadap olahraga bisa berjalan seiring dengan profesionalitas dalam bekerja,” katanya.
Lebih jauh, Bawaslu Bangkalan berencana menggelar nobar Piala Dunia yang tidak sekadar menjadi ajang menyaksikan pertandingan sepak bola.
Momentum tersebut akan dimanfaatkan untuk menyisipkan edukasi politik dan penguatan konsolidasi demokrasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Menurut Ahmad Mustain, sepak bola dan demokrasi memiliki kesamaan, yakni menjunjung sportivitas, aturan, dan partisipasi yang sehat.
“Euforia Piala Dunia ini kami jadikan sarana untuk mengajak masyarakat, terutama anak muda, agar semakin peduli terhadap demokrasi dan proses politik yang sehat,” tuturnya.
Keunikan para ASN dan pegawai Bawaslu Bangkalan itu pun menjadi warna tersendiri dalam menyambut Piala Dunia 2026. Di tengah semangat sepak bola yang mendunia, mereka membuktikan bahwa suasana kerja yang santai dan kreatif tetap dapat berjalan beriringan dengan pelayanan publik yang profesional.(RHM)