Terpeleset Saat Mancing, Warga Surabaya Ditemukan Tewas di Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Hobi memancing yang seharusnya menjadi momen menyenangkan berubah menjadi tragedi. Seorang pemancing asal Surabaya, Herry Siswono (HS), meninggal dunia setelah terpeleset dari bebatuan karang dan terseret arus laut di kawasan Pulau Karang Jamuang, pesisir barat Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.
Korban diketahui merupakan warga Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Surabaya. Ia datang bersama tujuh rekannya dan menyewa perahu nelayan untuk menuju Pulau Karang Jamuang.
Setibanya di lokasi, rombongan yang berjumlah delapan orang itu menyebar ke sejumlah titik memancing yang berada di sekitar pulau. Namun nahas, saat berada di atas bebatuan karang, korban diduga terpeleset dan jatuh ke laut.
Teriakan minta tolong korban sempat didengar oleh salah satu rekannya yang kemudian berusaha memberikan pertolongan. Akan tetapi, besarnya ombak dan kuatnya arus laut membuat upaya penyelamatan tersebut gagal. Bahkan, rekan korban nyaris ikut terseret arus saat mencoba menolong.
Korban akhirnya ditemukan sekitar satu jam kemudian oleh nelayan dan warga sekitar dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan perahu nelayan menuju Kampung Bandaran, Kelurahan Pangeranan, Kabupaten Bangkalan.
Suasana haru pecah saat istri korban tiba di lokasi setelah mendapat kabar duka. Ia sempat tidak percaya suaminya telah meninggal dunia.
Sambil menahan tangis, sang istri terlihat terus berusaha melakukan pertolongan dengan menekan bagian dada korban seperti prosedur resusitasi jantung paru (RJP). Beberapa kali air laut terlihat keluar dari mulut korban, namun tidak ada respons dari tubuh korban.
Warga dan petugas kepolisian yang berada di lokasi kemudian berusaha menenangkan sekaligus meyakinkan keluarga bahwa korban memang telah meninggal dunia.
Selanjutnya, jasad HS dibawa ke kamar jenazah RSUD Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan medis.
Rahman, nelayan asal Pangeranan yang turut membantu proses evakuasi, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan petugas rumah sakit tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil pemeriksaan petugas rumah sakit, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Pihak keluarga juga menolak dilakukan visum et repertum dan menerima kejadian ini sebagai kecelakaan murni,” ujarnya.
Peristiwa tragis ini menjadi pengingat bagi para pemancing maupun wisatawan yang beraktivitas di kawasan pesisir dan karang agar selalu mengutamakan keselamatan, terutama saat kondisi ombak dan arus laut sedang tidak bersahabat. Pulau Karang Jamuang sendiri dikenal memiliki sejumlah spot memancing favorit, namun medan berbatu dan ombak yang cukup besar memerlukan kewaspadaan ekstra bagi setiap pengunjung.(RHM)