Semarak Tahun Baru Islam, Ratusan Santri dan Warga Ikuti Pawai Obor di Burneh
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Ratusan santri dan warga Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, menggelar pawai lampion dan obor untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Senin malam (15/6). Kegiatan yang berlangsung meriah itu diikuti peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa.
Dengan membawa obor dan lampion yang menyala, para peserta berjalan mengelilingi jalan desa dan Jalan Pahlawan Burneh sambil melantunkan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Cahaya obor yang berjejer di sepanjang jalan menciptakan suasana khidmat sekaligus semarak dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.
Pawai tersebut diprakarsai oleh Pondok Pesantren Darul Hikmah Desa Langkap bersama masyarakat sekitar. Sejak sore hari, para peserta telah berkumpul di halaman pesantren untuk mempersiapkan lampion dan obor yang akan dibawa selama perjalanan.
Meski harus menempuh jarak sekitar tujuh kilometer, antusiasme peserta tidak surut. Mereka tampak bersemangat mengikuti iring-iringan sambil terus melantunkan selawat dan syair-syair Islami.
Salah seorang tokoh masyarakat, Imam Qori’, mengatakan bahwa tradisi pawai obor ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam bagi umat Islam.
Menurutnya, pawai obor menjadi sarana untuk mengingat sekaligus meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW saat melakukan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Peristiwa hijrah tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah Islam dan menjadi awal penanggalan Hijriah yang digunakan umat Islam hingga saat ini.
“Obor yang menyala melambangkan cahaya Islam yang terus berkembang dan menyebar ke seluruh penjuru dunia sejak peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW,” ujar Imam Qori’.
Ia berharap momentum Tahun Baru Islam dapat menjadi ajang introspeksi dan mempererat tali persaudaraan antarwarga.
Sepanjang perjalanan, warga yang berada di pinggir jalan tampak antusias menyaksikan pawai. Sebagian dari mereka mengabadikan momen tersebut menggunakan telepon genggam, sementara yang lain ikut melantunkan selawat bersama rombongan.
Suasana religius semakin terasa ketika rombongan pawai kembali ke halaman pesantren. Para santri dan warga kemudian mengikuti acara selawatan dan doa bersama yang dipimpin para ulama dan tokoh agama setempat.
Dalam doa bersama itu, masyarakat memanjatkan harapan agar Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, kedamaian, serta dijauhkan dari berbagai musibah dan perpecahan.
Tradisi pawai obor menyambut Tahun Baru Islam sendiri telah menjadi agenda rutin masyarakat Desa Langkap. Selain menjadi bentuk syiar Islam, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat kebersamaan antara santri dan warga dalam menyambut datangnya tahun baru Hijriah dengan penuh suka cita dan harapan baru.(RHM)