Pengukuhan 4 guru besar Universitas Turnojoyo Madura, Genap 35 Personel
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Universitas Trunojoyo Madura ( MTM) mengukuhkan 4 guru besar baru dalam prosesi akademik di Gedung Moh. Noer, Rabu (22/4/2026). Pengukuhan ini bertepatan dengan peringatan Hari Kartini, sehingga menjadi momen istimewa karena 3 dari 4 guru besar yang dikukuhkan adalah perempuan.
Mereka adalah Prof. Insafitri, S.T., M.Sc. Ph.D; Prof. Dr. Elys Fauziyah, S.P., M.P; dan Prof. Dr. Eny Suastuti, S.H., M.Hum; serta Prof. Dr. Ir. Mohamad Imron Mustajib, S.T., M.T.
Prof. Insafitri memaparkan hasil penelitiannya berkenaan level mikroskopis sekecil debu seperti ostracoda adalah biota yang lemah, tak berdaya, dan terancam punah.
Itu menunjukkan bahwa harmoni bukan konsep abstrak. Tetapi, hadir dalam bentuk anatomi mulut yang presisi.
Fungsi dari mulut itu untuk isap untuk menempel di alga yang hidup di perairan berarus deras.Namun, memiliki mempunyai strategi reproduksi yang adaptif dengan dua organ reproduksi untuk jantan.Padahal biota lainnya hanya memiliki satu dan memproduksi sperma terpanjang di lautan, sehingga memiliki lebih besar peluang meneruskan keturunannya.
Sedangkan Prof. Dr. Elys Fauziyah dikukuhkan sebagai gubes dalam kepakaran ekonomi produksi pertanian, dan Prof. Dr. Ir. Mohammad Imron Mustajib dikukuhkan sebagai profesor kepakaran rekayasa sistem manufaktur.
Prof. Dr. Elys Fauziyah menyebutkan, struktur komoditas pertanian di Madura didominasi tanaman pangan lahan kering. Khususnya jagung yang memiliki luas tanam mencapai 300 ribu hektare yang tersebar di empat kabupaten di Madura.
Komoditas itu menjadi tulang punggung produksi pangan sekaligus sumber utama pendapatan petani.
Salah satu aspek utama yang menjadi fokus penelitiannya adalah produktivitas usaha tani pada lahan kering. Salah satu permasalahan utama pertanian di Madura adalah rendahnya produktivitas berbagai komoditas.
Berdasarkan hasil pengamatan dan analisis data lapangan, produktivitas komoditas pertanian di Madura masih berada di bawah rata-rata produktivitas komoditas dari wilayah lain di Jawa Timur.
Prof. Dr. Eny Suastuti dikukuhkan sebagai gubes dalam kepakaran hukum pidana dan korupsi. Prof. Insafitri dikukuhkan sebagai gubes dengan kepakaran biologi laut.