Madura Mart Menjamur, KMY Yogyakarta Sarankan Tegakkan Etika Dagang Perantau Madura

Jugil Adiningrat, Ketua Keluarga Madura Yogyakarta (KMY)
Sumber :

“Bagi saya, keris bukan sekadar pusaka, tapi simbol jati diri orang Madura, khususnya Sumenep. Meski hidup di tanah rantau, saya merasa punya tanggung jawab untuk melestarikannya,” ujar Jugil.

RSUD Sumenep Berbenah, Layanan Kesehatan Makin Modern dan Cepat

Di Yogyakarta, Jugil kerap menjadi rujukan komunitas budaya dan kolektor pusaka yang ingin mengenal lebih dalam tentang keris Sumenep. Aktivitasnya tak hanya sebatas menjaga koleksi, melainkan juga mengedukasi generasi muda agar tidak tercerabut dari akar budayanya.

Komitmennya menjaga tradisi ini berjalan seiring dengan perannya sebagai tokoh muda perantau. Selain membangun harmoni antarwarga melalui etika berdagang, ia juga menghidupkan kembali kebanggaan terhadap warisan leluhur.

Ibu dan Anak Diduga Lompat ke Sungai Tonjung Bangkalan, Pencarian Intensif

“Harapan saya sederhana, budaya kita jangan sampai hilang. Justru di perantauan, kita harus semakin kuat menjaga identitas sebagai orang Madura,” tegasnya.

Dengan sepak terjangnya, Jugil Adiningrat kini tak hanya dipandang sebagai penggerak harmoni sosial-ekonomi perantau Madura di Yogyakarta, tetapi juga sebagai penjaga nilai-nilai budaya luhur yang diwariskan dari tanah kelahirannya di Sumenep.

Heboh! Dua Buaya Muncul di Sungai Tonjung Bangkalan, Warga Panik