Pasutri di Galis Bangkalan Dianiaya Paman, Istri Tewas Suami Kritis
Bangkalan-, Peristiwa tragis terjadi di Desa Pekaden, Kecamatan Galis, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Sepasang suami istri menjadi korban penganiayaan brutal yang diduga dilakukan oleh paman mereka sendiri. Akibat kejadian tersebut, sang istri tewas, sementara suaminya kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Korban diketahui berinisial R-H dan R-I, pasangan suami istri warga setempat. R-I, perempuan berusia 23 tahun, dinyatakan meninggal dunia usai mendapat perawatan medis di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu (RSAMRE) Bangkalan. Sementara sang suami, R-H, kini dalam kondisi kritis akibat luka serius di bagian kepala.
Pelaku penganiayaan berinisial R-M, yang merupakan paman korban atau adik kandung dari orang tua R-I. Tak lama setelah kejadian yang menghebohkan warga sekitar itu, pelaku berhasil diamankan oleh petugas Polsek Galis dengan bantuan tokoh masyarakat setempat.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi kepada polisi, insiden berdarah tersebut bermula dari cekcok mulut antara pelaku dan kedua korban di beranda rumah. Usai adu mulut, korban masuk ke dalam kamar tidur. Namun, diduga masih diliputi emosi dan merasa tersinggung, pelaku kemudian mengambil balok kayu dan menyerang kedua korban secara membabi buta.
Serangan mendadak itu membuat pasangan suami istri tersebut tak berdaya. Keduanya terkapar bersimbah darah dengan luka fatal, terutama di bagian kepala. Warga dan keluarga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke rumah sakit. Namun nahas, nyawa R-I tak berhasil diselamatkan.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Hafid Dian Maulidi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian ini murni dipicu pertengkaran internal keluarga.
“Pelaku merupakan paman korban, atau adik kandung dari orang tua korban R-I. Saat ini pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif untuk mendalami motif serta menentukan pasal yang akan diterapkan,” jelas AKP Hafid.
Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus penganiayaan tersebut guna proses hukum lebih lanjut, sementara kondisi korban selamat masih dalam pengawasan ketat tim medis.(RHM)