Sekda Tidur dan Kadis Nonton Dracin Saat Paripurna, Warga Bangkalan Tuntut Mundur
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Sidang paripurna DPRD Kabupaten Bangkalan yang seharusnya menjadi forum serius membahas arah pemerintahan daerah, justru berubah menjadi bahan sindiran publik. Penyebabnya, sejumlah pejabat terekam melakukan hal yang dinilai tidak pantas saat rapat berlangsung, mulai dari tertidur hingga asyik bermain ponsel diduga untuk bermain gim dan menonton drama China.
Imbas kejadian itu, puluhan masyarakat dari berbagai kecamatan di Bangkalan menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Bangkalan, Kamis (23/04/2026). Mereka menuntut Bupati Bangkalan Lukman Hakim segera mengevaluasi bahkan mencopot pejabat yang dianggap tidak serius menjalankan tugasnya.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah poster bernada kritik dan sindiran. Salah satu tulisan yang paling mencolok berbunyi “Sekda Jangan Tidur Saat Rakyat Butuh Solusi” dan “Rapat Negara Bukan Tempat Nonton Dracin.”
Aksi ini merupakan buntut dari beredarnya video dan foto suasana sidang paripurna DPRD Bangkalan beberapa hari lalu. Saat Bupati Bangkalan membacakan laporan serta pandangan umum fraksi terkait LKPJ pemerintah daerah, Sekretaris Daerah Ismet Efendi terlihat tertidur di kursinya.
Tak hanya itu, beberapa kepala OPD juga tampak sibuk menatap layar handphone masing-masing. Ada yang diduga bermain gim, sementara lainnya disebut sedang menonton serial drama China atau dracin di tengah jalannya sidang resmi pemerintahan.
Pemandangan tersebut langsung menuai sorotan tajam dari masyarakat. Banyak warga menilai perilaku itu mencerminkan rendahnya keseriusan pejabat dalam menyikapi persoalan daerah.
“Kalau rakyat datang mengurus administrasi telat sedikit dimarahi, tapi pejabat saat sidang malah tidur dan main HP. Ini kan lucu,” ujar salah seorang peserta aksi.
Koordinator lapangan aksi, Mahmudi Ibnu, mengatakan masyarakat kecewa karena sidang paripurna merupakan forum penting yang berkaitan langsung dengan kepentingan publik.
“Ini bukan acara santai atau ruang tunggu terminal. Saat bupati membacakan laporan penting, malah ada yang tidur dan sibuk sendiri. Kami meminta bupati tegas,” kata Mahmudi.
Massa aksi sempat memanas ketika perwakilan kepala dinas yang menemui demonstran dianggap tidak mampu memberikan keputusan ataupun jawaban atas tuntutan warga. Beberapa peserta aksi bahkan meminta perwakilan tersebut keluar dari barisan karena dinilai tidak membawa solusi.