Sapi Kurban di Bangkalan Kabur, Pengendara Panik

Sapi kurban di Bangkalan kabur dan hendak dievakuasi
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Dua peristiwa sapi kurban lepas dan mengamuk mewarnai pelaksanaan Iduladha di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, Jumat pagi. Insiden tersebut terjadi di Kecamatan Blega dan Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan, hingga sempat menimbulkan kepanikan warga dan pengguna jalan.

img_title Inspiratif, Dua Bocil Bongkar Tabungan Celengan Berbuah Kambing Kurban

 

Di Jalan Raya Blega, seekor sapi kurban tiba-tiba berlari liar di tengah arus lalu lintas. Aksi sapi yang berlari tanpa kendali itu membuat para pengendara sepeda motor maupun mobil terkejut. Sejumlah pengemudi bahkan terpaksa mengurangi kecepatan dan menepi untuk menghindari hewan berukuran besar tersebut.

img_title Madura Never Die: Harga Diri, Loyalitas, dan Semangat yang Tak Pernah Padam

 

Meski sempat membuat suasana tegang, kejadian itu juga mengundang perhatian warga yang menyaksikan langsung sapi berlari di sepanjang jalan raya. Beruntung tidak ada laporan kecelakaan maupun korban akibat peristiwa tersebut.

img_title Tumpahan Solar Bongkar Sindikat BBM Ilegal di Madura

 

Diduga sapi kurban itu terlepas setelah tali pengikatnya putus, sehingga hewan tersebut lolos dari pengawasan panitia kurban dan berlari ke jalan raya yang sedang ramai dilintasi kendaraan.

 

Sementara itu, peristiwa serupa juga terjadi di Kelurahan Mlajah, Kecamatan Bangkalan. Seekor sapi kurban yang hendak dirobohkan sebelum proses penyembelihan mendadak mengamuk dan berusaha melarikan diri.

 

Kepanikan sempat terjadi ketika salah seorang warga yang memegang tali pengikat sapi ikut terseret saat hewan tersebut berlari. Warga sekitar berusaha membantu menghentikan laju sapi yang terus bergerak menuju kawasan permukiman padat penduduk.

 

Sapi yang mengamuk itu akhirnya berhasil ditangkap kembali setelah masuk ke sebuah gang buntu. Berkat kerja sama warga dan panitia kurban, situasi dapat dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan berarti.

 

Panitia kurban setempat, Saihol, mengatakan bahwa penanganan hewan kurban memerlukan keterampilan khusus agar tidak membahayakan masyarakat sekitar. Menurutnya, pengawasan yang ketat dan penggunaan tali pengikat yang kuat menjadi faktor penting untuk mencegah hewan kurban lepas saat proses penyembelihan.

 

“Panitia memang harus memahami cara menangani hewan kurban dengan benar agar tetap aman dan terkendali,” ujarnya.

 

Di sisi lain, pelaksanaan kurban di wilayah Kecamatan Burneh berlangsung lancar. Muhammadiyah Cabang Burneh bersama masyarakat setempat berhasil menghimpun 50 ekor hewan kurban yang terdiri atas 27 ekor sapi dan 23 ekor kambing.

 

Setelah proses penyembelihan selesai, daging kurban akan dikemas menjadi sekitar 2.700 bungkus. Selanjutnya, daging tersebut didistribusikan kepada warga kurang mampu dan anak yatim piatu yang tersebar di empat desa di Kecamatan Burneh.

 

Meski Hari Raya Iduladha menjadi momentum berbagi dan mempererat kepedulian sosial, aspek keselamatan tetap menjadi perhatian utama agar pelaksanaan kurban dapat berlangsung aman, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.(RHM)