Puluhan Dapur MBG Bangkalan Berhenti, Siswa Tak Lagi Terima Jatah Makan Gratis
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Puluhan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, terpaksa menghentikan operasional sementara. Penyebabnya, biaya operasional yang bersumber dari Badan Gizi Nasional (BGN) belum kunjung cair.
Akibat kondisi tersebut, ratusan siswa penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak lagi mendapatkan jatah makanan sejak Jumat lalu. Dampaknya, para orang tua harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bekal dan uang saku anak-anak mereka.
Pantauan di salah satu dapur SPPG di Bangkalan pada Selasa pagi menunjukkan suasana yang berbeda dari biasanya. Tidak terlihat aktivitas persiapan maupun distribusi makanan yang selama ini rutin dilakukan untuk memenuhi kebutuhan siswa penerima MBG.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai penyebab penghentian operasional sejumlah dapur MBG secara mendadak.
Ketua Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, menjelaskan bahwa hingga saat ini terdapat sekitar 16 SPPG yang terpaksa menghentikan kegiatan sementara karena terkendala biaya operasional yang belum dibayarkan.
“Beberapa dapur memang harus berhenti sementara karena dana operasional yang ditunggu belum turun,” ujarnya.
Meski demikian, Bambang menyebut sejumlah dapur yang sebelumnya juga sempat menghentikan operasional kini sudah kembali berjalan setelah dana yang ditunggu akhirnya cair. Dengan demikian, distribusi makanan kepada siswa di wilayah layanan dapur tersebut dapat kembali dilakukan.
Selain persoalan anggaran, terdapat enam dapur MBG yang saat ini disuspensi sementara karena belum memenuhi persyaratan terkait Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Sementara lima dapur lainnya dihentikan sementara karena masih harus melakukan penyesuaian terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan.
“Semua langkah ini dilakukan agar pelaksanaan program tetap sesuai standar dan kualitas layanan kepada penerima manfaat tetap terjaga,” tambah Bambang.
Sementara itu, penghentian operasional sejumlah dapur berdampak langsung terhadap para siswa penerima manfaat. Ratusan siswa dilaporkan belum menerima makanan bergizi gratis sejak akhir pekan lalu.
Kepala SDN Kemayoran 1 Bangkalan, Nurhayati Eka, mengatakan pihak sekolah telah menerima pemberitahuan dari pengelola SPPG sebelum distribusi dihentikan.
Menurutnya, sekolah hingga kini masih menunggu informasi lanjutan terkait kapan penyaluran MBG akan kembali dilakukan.
“Kami sudah diberi informasi bahwa distribusi dihentikan sementara. Sampai sekarang masih menunggu kepastian kapan program kembali berjalan,” katanya.
Di sisi lain, para orang tua mengaku harus menambah uang saku anak-anak mereka selama program MBG belum kembali berjalan. Jika sebelumnya kebutuhan makan siang sebagian besar sudah terpenuhi melalui program tersebut, kini mereka harus menyediakan biaya tambahan agar anak tetap dapat membeli makanan di sekolah.
Masyarakat berharap persoalan pendanaan dan administrasi yang menghambat operasional dapur MBG dapat segera diselesaikan sehingga para siswa kembali memperoleh manfaat program secara normal.(RHM)