Salah Paham, Mahasiswa Jadi Korban Pengeroyokan dan Amuk Massa di Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Seorang mahasiswa berinisial M-R menjadi korban pengeroyokan dan aksi main hakim sendiri di Jalan Raya Besel, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Peristiwa yang dipicu kesalahpahaman itu membuat korban mengalami luka-luka dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa bermula ketika dua kelompok pemuda tengah berkumpul di sekitar kawasan Stadion Gelora Bangkalan. Di lokasi tersebut sempat terjadi salah paham yang nyaris berujung perkelahian. Namun, perselisihan itu berhasil dilerai oleh warga yang berada di sekitar lokasi.
Situasi yang semula mereda ternyata kembali memanas saat kedua kelompok itu secara tidak sengaja bertemu lagi ketika hendak pulang pada dini hari di Jalan Raya Besel-Bangkalan.
Pertemuan itu berujung bentrokan. Karena kalah jumlah, salah satu kelompok berusaha menyelamatkan diri. Nahas, M-R gagal melarikan diri sehingga menjadi sasaran pengeroyokan.
Korban sempat terjatuh ke selokan hingga tubuhnya dipenuhi lumpur. Dalam kondisi tak berdaya, ia hanya bisa mengerang kesakitan dan memohon ampun. Namun, situasi justru semakin memburuk setelah terdengar teriakan yang menyebut korban sebagai pelaku begal.
Teriakan tersebut memancing perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi. Tanpa mengetahui secara pasti duduk perkara yang sebenarnya, sebagian warga ikut melakukan aksi pemukulan dan tendangan terhadap korban.
Aksi main hakim sendiri itu baru berhenti setelah aparat kepolisian tiba di lokasi usai menerima laporan dari warga tentang adanya dugaan pelaku begal yang ditangkap.
Petugas kemudian segera mengevakuasi M-R ke Rumah Sakit Bangkalan untuk mendapatkan pertolongan medis. Korban diketahui mengalami sejumlah luka akibat pengeroyokan yang dialaminya.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi memastikan bahwa insiden tersebut bukanlah aksi pembegalan, melainkan berawal dari kesalahpahaman antara dua kelompok pemuda yang sebelumnya sempat berselisih saat nongkrong bersama.
Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan bahwa kasus pengeroyokan tersebut kini ditangani oleh Satreskrim Polres Bangkalan.
“Kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Kami mendalami motif kejadian serta mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam pengeroyokan terhadap korban,” ujar Ipda Agung.
Polisi juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya, apalagi sampai melakukan tindakan main hakim sendiri.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesalahpahaman dan informasi yang belum terverifikasi dapat memicu tindakan brutal yang berujung pada jatuhnya korban. Aparat kini terus mengumpulkan keterangan saksi dan bukti guna mengungkap secara terang siapa saja yang bertanggung jawab atas pengeroyokan tersebut.(RHM)