Ribuan Ton CPO Cemari Laut Sumenep, Siapa Bertanggungjawab?
Sumenep-, Diduga alami kebocoran, Kapal tongkang indo ocean marine kandas di peraira pulau gili Iyang Sumenp Madura. Dengan 5 ABK yang telah berhasil dievakuasi oleh warga setempat, kini lingkungan dan biota laut di perairan Kabupaten Sumenep terancam rusak dan tercemar.
Aktifis pecinta alam, Suprayitno, menjelaskan bahwa ribuan ton tumpahan minyak CPO (Crude Palm Oil) ini dikategorikan berbahaya, terhadap kerusakan biota laut, karena air laut di perairan Sumenep pasti tercemar.
" minyak sawit memang bukan minyak bumi, meski terbuat dari tumbuhan, tumpahan CPO sangat mengancam keasrian wilayah laut di Sumenep, khususnya di pulau Oksigen Gili Iyang ini ", ungkap Suprayitno.
Suprayitno juga menginventarisasi beberapa ancaman tumpahan CPO di pulau wisata kesehatan Gili Iyang Kabupaten Sumenep Madura, yakni menurunya kualitas air laut, karena CPO membentuk lapisan minyak di permukaan, sehingga Menghambat masuknya cahaya matahari, dan menyebabkan Oksigen terlarut turun, dampaknya ikan bisa mati lemas.
selain itu menurutnya juga tumpahan CPO itu juga Mematikan Biota Laut, dimana minyak sawit Menempel di insang ikan, dan sebabkan gangguan pernapasan, Menutupi telur ikan, larva, dan plankton. Dan parahnya Organisme dasar laut (kerang, teripang) paling terdampak.
Sementara itu, Dampak cepat, terutama di perairan dangkal dan tertutup. Seperti Merusak Ekosistem Pesisir, Jika terdampar, Mangrove bisa membusuk, Lamun mati karena tertutup minyak, keadaan tersebut berpotensi semakin parah, jika Proses pemulihan sangat lambat, karena endapannya dapat Menyebabkan Bau Busuk & Racun Alami, CPO yang terurai menghasilkan: asam lemak bebas, gas berbau menyengat (H₂S) Air jadi keruh, hitam kecokelatan
Suprayitno juga menyebutkan, Dampak ke Nelayan & Masyarakat juga sangat signifikan, karena Ikan menjauh dari lokasi tumpahan, Nelayan kehilangan mata pencaharian dan Hasil tangkap bisa ditolak pasar karena bau & kualitas turun.
Menurut warga Desa Banraas pulau Gili Iyang, Rahmat, dirinya beserta warga lainnya yang berkerja sebagai nelayan, memang cukup khawatir dengan adanya tumpahan CPO ini, khususnya terhadap hasil tangkapan ikan disekitarqn pulau Gili Iyang ini.