Pasar Takjil Bangkalan Banjir, Pedagang Terpaksa Bawa Pulang Dagangan

Suasana lumpuh dilokasi pedagang takjil Bangkalan usai air menggenang
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, selama hampir tiga jam menyebabkan banjir setinggi lutut orang dewasa di kawasan Alun-Alun Kota Bangkalan, Selasa sore. Banjir tersebut merendam ratusan lapak pedagang pasar takjil yang berada tepat di depan Pendopo Agung Bangkalan.

Aksi Simbolik Hari Perempuan 2026 di Sumenep, Warga Diajak Lawan Kekerasan Seksual

 

Peristiwa ini terjadi saat para pedagang tengah bersiap menyambut pembeli menjelang waktu berbuka puasa. Namun derasnya hujan sejak sekitar pukul 14.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB membuat kawasan alun-alun tergenang air cukup tinggi sehingga aktivitas jual beli nyaris lumpuh.

Gerebek Rumah di Tragah Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu Residivis

 

Genangan air yang terus mengalir deras membuat para pedagang panik. Mereka terlihat berjibaku menyelamatkan makanan dan minuman takjil yang telah disiapkan sejak siang hari. Sebagian pedagang bahkan mengangkat dagangannya ke tempat yang lebih tinggi agar tidak terendam air.

Ngabuburit Favorit di Bangkalan, Pesona Long Gledek Ramai Pengunjung Saat Ramadan

 

Sayangnya, kondisi cuaca buruk membuat warga memilih tetap berada di rumah. Akibatnya, pasar takjil yang biasanya ramai pembeli menjelang berbuka puasa justru tampak sepi tanpa pengunjung.

 

Beberapa pelaku UMKM yang berjualan di lokasi sempat merekam kondisi lapak mereka menggunakan kamera ponsel. Dalam salah satu video yang beredar, terdengar keluhan seorang pedagang yang menyayangkan tidak adanya pembeli meskipun dirinya telah menyiapkan banyak makanan untuk dijual.

 

“Tidak ada yang beli, padahal sudah masak banyak,” keluh seorang pedagang dalam rekaman video yang diambil di lokasi banjir.

 

Menurut keterangan warga setempat, genangan air sebenarnya sering terjadi di area Alun-Alun Bangkalan setiap kali hujan turun. Namun kali ini banjir disebut lebih parah karena ketinggian air mencapai lutut orang dewasa dan merendam hampir seluruh area lapak pedagang takjil.

 

Salah seorang pedagang takjil, Dina Maya Sari, mengaku pasrah dengan kondisi tersebut. Ia mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama membuat dagangannya tidak laku sama sekali.

 

“Biasanya kalau hujan masih ada pembeli sedikit. Tapi hari ini tidak ada sama sekali karena banjirnya tinggi,” ujar Dina.

 

Akibat kondisi tersebut, para pedagang akhirnya memilih menutup lapak lebih awal dan membawa pulang dagangan mereka. Meski harus menanggung kerugian, mereka tidak memiliki pilihan lain karena air terus menggenangi lokasi pasar.

Halaman Selanjutnya
img_title