Menko Pangan: Pesantren Pilar Ketahanan Pangan Nasional

Menko Pangan Zulkifli Hasan saat berbincang dengan Ulama Madura
Sumber :
  • Riskiyadi

Pamekasan-, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Haul Almarhum R.KH. Abdul Hamid di Lembaga Pendidikan Islam (LPI) Al-Hamidy Banyuanyar, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Minggu (8/3/2026).

Aksi Simbolik Hari Perempuan 2026 di Sumenep, Warga Diajak Lawan Kekerasan Seksual

 

Kegiatan haul yang berlangsung khidmat itu dihadiri ribuan jamaah dari berbagai daerah. Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Ketua BASSRA RKH. Moh. Rofi’i Baidhowi, Kapolda Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, para bupati se-Madura, serta para kiai sepuh dari Bangkalan, Sampang, Pamekasan hingga Sumenep.

Gerebek Rumah di Tragah Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu Residivis

 

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menekankan bahwa pesantren tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan agama dan pembinaan moral umat. Lebih dari itu, pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat, terutama di sektor pangan.

Ngabuburit Favorit di Bangkalan, Pesona Long Gledek Ramai Pengunjung Saat Ramadan

 

Menurutnya, jaringan sosial pesantren yang kuat serta kedekatannya dengan masyarakat menjadikan lembaga ini memiliki peran penting dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis komunitas.

 

“Pesantren memiliki kekuatan besar di tengah masyarakat. Selain mencetak generasi yang berakhlak, pesantren juga dapat menjadi pilar penguatan ketahanan pangan melalui berbagai kegiatan produktif,” ujar Zulkifli Hasan.

 

Ia menilai keterlibatan pesantren dalam sektor pertanian, peternakan, hingga pengolahan hasil pangan dapat memberikan dampak signifikan bagi upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Dengan sumber daya manusia yang melimpah serta lahan yang cukup luas di sejumlah pesantren, program pemberdayaan pangan dinilai sangat potensial untuk dikembangkan.

 

Selain itu, pemerintah juga mendorong kolaborasi antara pesantren, pemerintah daerah, serta berbagai pihak terkait untuk mengembangkan program kemandirian pangan berbasis pesantren. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal hingga nasional.

 

“Jika pesantren bergerak bersama dalam sektor pangan, maka dampaknya akan sangat besar. Bukan hanya untuk lingkungan pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar,” katanya.

 

Momentum haul yang dihadiri ribuan jamaah ini juga menjadi ajang silaturahmi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat. Kehadiran berbagai tokoh nasional dan daerah menunjukkan besarnya peran pesantren dalam kehidupan sosial dan pembangunan di Indonesia.

Halaman Selanjutnya
img_title