Kotak Amal Digondol di Masjid, Kelalaian Pengawasan Jadi Sorotan
Sumenep – Terungkapnya kasus pencurian kotak amal di Masjid Grand Symphony memunculkan dugaan lebih luas: apakah ini sekadar aksi tunggal atau bagian dari pola kejahatan yang lebih sistematis?
Rekaman CCTV menunjukkan dua pelaku beraksi dengan pola yang cukup rapi, datang, mengeksekusi, lalu pergi tanpa hambatan. Hal ini mengindikasikan adanya perencanaan, bukan sekadar aksi spontan.
Polres Sumenep melalui tim yang dipimpin Agus Rusdiyanto berhasil mengamankan satu pelaku. Namun, keberadaan pelaku lain masih menjadi tanda tanya.
Kapolres Anang Hardiyanto menyatakan kasus akan terus didalami. Pernyataan ini membuka kemungkinan adanya jaringan atau pola serupa di lokasi lain.
Selain itu, sistem keamanan yang hanya mengandalkan CCTV tanpa pengawasan real-time dinilai tidak cukup efektif. Tanpa respon cepat, rekaman hanya menjadi alat dokumentasi—bukan pencegahan.
Pengamat keamanan menilai, kasus ini harus menjadi pintu masuk audit keamanan tempat ibadah secara menyeluruh, termasuk:
- Evaluasi sistem pengawasan aktif
- Pemetaan potensi kejahatan serupa
- Peningkatan koordinasi antara warga dan aparat
Jika tidak ditangani secara sistemik, bukan tidak mungkin kasus serupa akan kembali terulang di lokasi berbeda.