Teror Angin Puting Beliung, Warga Bangkalan Resah

Penampakan angin puting beliung di area persawahan Bangkalan Madura
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Fenomena angin puting beliung kembali terjadi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Kali ini, pusaran angin menerjang kawasan Desa Telang, Kecamatan Kamal, pada Jumat sore dan sempat membuat warga panik karena bergerak cepat mendekati permukiman.

img_title Targetkan 100 Rumah Ibadah, Yayasan BIP Jadikan Pantai Badur Sumenep Poros Wisata Religi Baru

 

Peristiwa tersebut terekam kamera warga dan videonya langsung menyebar di media sosial. Dalam rekaman itu terlihat pusaran angin menjulang tinggi dari area persawahan hingga membentuk corong di bawah gumpalan awan hitam pekat atau awan cumulonimbus. Awan jenis ini dikenal sebagai pemicu cuaca ekstrem seperti hujan deras dan puting beliung.

img_title Antrean BBM Mengular, SPBU di Bangkalan Diserbu Pengendara

 

Menurut warga, fenomena tersebut terjadi selama sekitar 25 menit. Angin berputar dengan cukup kencang dan bergerak dari kawasan sawah di Desa Telang menuju arah Desa Buluh, Kecamatan Socah.

img_title Viral Video Terduga Pelaku Pembunuhan ASN Bangkalan Beredar, Keluarga Desak Polisi Bertindak

 

Di sepanjang lintasannya, pusaran angin menghisap dedaunan kering, ranting pohon, hingga debu yang berputar di udara mengikuti arah angin. Kencangnya terjangan angin juga merusak sebuah gardu milik warga yang berada di tengah area persawahan.

 

Meski sempat membuat warga khawatir, beruntung puting beliung tidak sampai masuk ke kawasan permukiman padat penduduk. Angin hanya melintasi area persawahan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan rumah warga.

 

“Awalnya anginnya kecil, lalu tiba-tiba membesar dan membentuk pusaran tinggi. Warga langsung keluar rumah melihat ke sawah,” ujar Ahmad Rofiki, salah seorang warga setempat.

 

Fenomena ini disebut menjadi kejadian kedua dalam dua hari terakhir di wilayah Bangkalan. Kondisi cuaca yang tidak menentu membuat warga mulai khawatir terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan menyebut kemunculan puting beliung tersebut dipicu kondisi cuaca peralihan musim dari penghujan menuju kemarau. Pada masa pancaroba, suhu udara yang panas pada siang hari dapat memicu pertumbuhan awan cumulonimbus yang berpotensi menimbulkan angin kencang.

 

BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem, terutama saat muncul awan gelap pekat disertai angin kencang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar maupun bangunan yang rapuh ketika cuaca mulai memburuk.

Halaman Selanjutnya
img_title