Meluas, Tumpahan Solar Picu Kecelakaan Massal di Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Kecelakaan lalu lintas massal terjadi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, akibat tumpahan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang membuat jalanan licin. Insiden ini terjadi di sepanjang jalur Arosbaya hingga Bancaran dan terus bertambah hingga Minggu pagi, dengan puluhan kendaraan dilaporkan terlibat kecelakaan.
Peristiwa ini sempat terekam warga, memperlihatkan detik-detik sejumlah pengendara motor tergelincir saat melintas di Jalan Raya Arosbaya. Dalam satu kejadian, dua pengendara motor bahkan jatuh hampir bersamaan setelah kehilangan kendali akibat permukaan jalan yang licin. Seorang ibu juga tampak terjatuh saat melintas di jalur tersebut.
Tak hanya sepeda motor, kendaraan roda empat pun mengalami hal serupa. Beberapa mobil dilaporkan tergelincir hingga masuk ke parit di pinggir jalan, bahkan ada yang sampai terperosok ke area persawahan. Salah satu mobil yang melaju dari arah selatan juga dilaporkan menabrak bangunan toko milik warga akibat tidak mampu mengendalikan laju kendaraan.
Menurut keterangan warga setempat, sedikitnya lebih dari 30 kejadian kecelakaan terjadi sejak Sabtu malam hingga Minggu siang. Rangkaian kecelakaan ini diduga dipicu oleh tumpahan solar yang tercecer di sepanjang jalan utama, sehingga pengendara tidak menyadari bahaya saat melintas di malam hari.
“Banyak yang jatuh, terutama pengendara motor. Jalannya sangat licin, seperti dilapisi oli,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.
Menanggapi situasi tersebut, pihak kepolisian bersama Pemerintah Kabupaten Bangkalan segera melakukan upaya penanganan. Sejumlah armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk membersihkan badan jalan dari tumpahan solar.
Petugas Damkar terlihat melakukan penyemprotan air secara intensif di sepanjang jalur terdampak. Pembersihan dilakukan mulai dari depan Mapolsek Arosbaya hingga Jalan Raya Sembaneh, dengan total panjang mencapai lebih dari 10 kilometer. Karena luasnya area yang terdampak, petugas harus bekerja ekstra dan bolak-balik untuk memastikan jalan kembali aman dilalui.
Ortiz Iskandar, salah satu petugas Damkar Kabupaten Bangkalan, menyebut proses pembersihan membutuhkan waktu dan tenaga ekstra karena panjangnya jalur yang terkontaminasi solar. “Kami berupaya maksimal agar jalan bisa segera digunakan dengan aman oleh masyarakat,” ujarnya.