Begini Ketika 'GARAM MADURA MANIS'

Dirut PT Garam, Abraham Mose (kiri), Haji Her (tengah, Achsanul Qosasi (kanan)
Sumber :
  • AB Ibrahim

 

Kematian Misterius Prajurit TNI AL di KRI, Versi Bunuh Diri Dibantah Keluarga

Sebab kalau semua pengusaha dimusuhi, semua investasi dicurigai, dan semua terobosan dibunuh sebelum lahir, maka petani akan tetap hidup dalam lingkaran lama: panen banyak, untung sedikit.

 

Kematian Prajurit TNI AL Sisakan Tanda Tanya dan Bekas Lebam

Yang menarik dari H. Her adalah pola pikirnya yang terlihat konsisten: tembakau, garam, dan sektor rakyat lainnya tidak boleh terus menjadi objek permainan pasar besar.

 

Truk Muat Solar Ilegal Bocor, Sopir dan Kernet Ditangkap

Mungkin karena ia tahu satu hal sederhana:

Negeri ini terlalu kaya untuk membiarkan petaninya miskin.

 

Dan Madura terlalu penting untuk terus dijadikan sekadar gudang bahan mentah.

Maka jika kerja sama ini benar-benar berjalan, mungkin suatu hari nanti petani garam Madura

 

Tidak lagi melihat "Gudang Garam" berisi tembakau, tidak lagi hanya menjual kristal putih hasil laut. Mereka mulai menjual nilai.

Menjual kualitas.

Menjual industri.

 

Dan mungkin untuk pertama kalinya, garam Madura akan terasa sedikit lebih manis bagi rakyatnya sendiri.