Gara-Gara Kandang Bebek, Pria di Bangkalan Tewas Dibacok Ipar

Korban pembacokan saat dievakuasi ke Rumah Sakit di Bangkalan Madura
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Peristiwa tragis terjadi di Dusun Gundul, Desa Soket Laok, Kecamatan Tragah, Kabupaten Bangkalan. Seorang pria berinisial JL tewas setelah menjadi korban pembacokan yang diduga dilakukan oleh adik iparnya sendiri berinisial SF, Rabu malam.

img_title LIRA Bangkalan Soroti Mutasi Kasat Reskrim, Minta Penegakan Hukum Tetap Konsisten

 

Insiden berdarah tersebut diduga dipicu perselisihan terkait keberadaan kandang ayam dan bebek yang berada di depan rumah mereka. Persoalan itu disebut telah berlangsung cukup lama dan kerap memicu pertengkaran antara keduanya.

img_title Ketika “Penjahat” Bernama Prabowo

 

Korban yang merupakan warga Desa Soket Laok mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam jenis celurit. Meski sempat dilarikan ke RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan untuk mendapatkan pertolongan medis, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.

img_title Puluhan Dapur MBG Bangkalan Berhenti, Siswa Tak Lagi Terima Jatah Makan Gratis

 

Jenazah korban kemudian dibawa ke kamar jenazah rumah sakit untuk menjalani autopsi guna kepentingan penyelidikan.

 

Petugas kepolisian yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah saksi juga dimintai keterangan untuk mengungkap kronologi pasti peristiwa tersebut.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, perselisihan antara korban dan pelaku bermula dari keberadaan kandang ayam serta bebek di halaman rumah yang dianggap menimbulkan bau tidak sedap. Ketegangan antara dua kerabat itu disebut sudah beberapa kali terjadi dan diwarnai cekcok mulut.

 

Puncaknya terjadi pada Rabu malam. Pelaku diduga mendatangi korban sambil membawa celurit. Tanpa diduga, pelaku langsung menyabetkan senjata tajam tersebut ke arah tubuh korban hingga mengenai bagian perut sebelah kiri.

 

Korban yang tidak sempat menghindar langsung roboh dengan kondisi luka parah. Istri dan anak-anak korban yang menyaksikan kejadian itu dilaporkan histeris dan segera membawa korban ke instalasi gawat darurat rumah sakit.

 

Namun, akibat luka yang cukup serius, korban meninggal dunia tidak lama setelah tiba di rumah sakit.

 

Dokter Forensik RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan, dr. Edy Suharto, menjelaskan hasil autopsi menunjukkan korban mengalami satu luka robek akibat benda tajam pada perut bagian kiri.

 

“Luka tersebut cukup dalam hingga menembus ke bagian punggung dan menyebabkan kerusakan fatal yang berujung pada kematian korban,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
img_title