Nelayan Hilang Tiga Hari, Ditemukan Tewas di Pantai Sampang
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Seorang nelayan asal Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, yang dilaporkan hilang saat melaut akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban bernama Andi Yuswandi (38) ditemukan terdampar di pesisir Pantai Banyuates, Kabupaten Sampang, setelah tiga hari pencarian oleh tim SAR gabungan.
Jasad korban pertama kali ditemukan warga yang hendak melaut di sekitar perairan Banyuates. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat setempat. Tidak lama berselang, sejumlah petugas SAR gabungan bersama BPBD Kabupaten Bangkalan langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi.
Proses evakuasi berlangsung hati-hati mengingat kondisi ombak di sekitar pantai cukup tinggi. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Andi Yuswandi langsung dibawa ke Puskesmas setempat untuk dilakukan pemeriksaan medis awal atau otopsi manual. Usai pemeriksaan, pihak keluarga meminta agar jenazah segera dipulangkan ke rumah duka di Desa Sepulu, Bangkalan, untuk dimakamkan.
Insiden nelayan tenggelam ini bermula pada Kamis lalu saat korban pergi melaut seorang diri menggunakan perahu kecil di perairan Sepulu, Bangkalan. Diduga saat cuaca memburuk dan ombak besar menghantam perahunya, korban terjatuh ke laut tanpa diketahui siapa pun.
Keberadaan korban baru diketahui hilang setelah nelayan lain yang melintas melihat perahu milik Andi dalam kondisi terbalik di tengah laut. Menyadari hal tersebut, nelayan segera melapor ke aparat desa dan pihak berwenang. Laporan itu langsung ditindaklanjuti dengan operasi pencarian oleh tim SAR gabungan bersama para nelayan setempat.
Selama tiga hari pencarian, petugas menyisir perairan sekitar lokasi kejadian hingga radius puluhan kilometer. Jasad korban akhirnya ditemukan sekitar 30 kilometer dari titik awal ia dilaporkan hilang.
Arif Rahman Surya dari BPBD Kabupaten Bangkalan menyampaikan bahwa proses pencarian melibatkan berbagai unsur, termasuk relawan dan nelayan setempat. Ia juga mengimbau para nelayan agar selalu memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut serta menggunakan alat keselamatan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus nelayan hilang di perairan Madura akibat cuaca ekstrem dan gelombang tinggi. Keluarga korban berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, sementara masyarakat pesisir diminta lebih waspada saat beraktivitas di laut.(RHM)