Polisi Bubarkan Ratusan Pemuda Hendak Perang Mercon dan Balap Liar di Bangkalan

Polisi Bangkalan saat bubarkan ratusan pemuda di Jalan Raya Kecamatan Sepulu
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Ratusan pemuda yang hendak melakukan aksi perang mercon dan balap liar di Jalan Raya Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, kocar-kacir saat tim gabungan Polres Bangkalan datang melakukan pembubaran, Senin malam (10/3/2026).

Aksi Simbolik Hari Perempuan 2026 di Sumenep, Warga Diajak Lawan Kekerasan Seksual

 

Aksi yang dinilai meresahkan warga tersebut sebelumnya sempat membuat suasana di jalur Pantura Madura itu ramai dipadati anak-anak muda yang berkumpul menggunakan sepeda motor. Mereka diduga hendak melakukan perang mercon dan balap lari di jalan raya yang juga dilalui kendaraan umum.

Gerebek Rumah di Tragah Bangkalan, Polisi Tangkap 2 Pengedar Sabu Residivis

 

Tim gabungan yang terdiri dari personel Polres Bangkalan serta anggota dari tiga Polsek di wilayah rayon utara langsung bergerak menuju lokasi setelah mendapat laporan dari masyarakat.

Ngabuburit Favorit di Bangkalan, Pesona Long Gledek Ramai Pengunjung Saat Ramadan

 

Saat petugas tiba di lokasi, ratusan pemuda yang berkumpul di sepanjang jalan tampak terkejut. Sebagian dari mereka langsung bergegas meninggalkan lokasi dengan sepeda motor masing-masing. Namun tidak sedikit pula yang masih bertahan dan tetap berkerumun di pinggir jalan.

 

Melihat kondisi tersebut, petugas tanpa ragu langsung menghalau dan membubarkan kerumunan tersebut agar tidak terjadi aksi perang mercon maupun balap liar yang berpotensi membahayakan.

 

Menurut keterangan warga setempat, para pemuda sebenarnya belum sempat melakukan perang mercon karena saat itu kondisi cuaca sedang gerimis. Mereka hanya berkumpul sambil menunggu hujan reda untuk memulai aksi tersebut.

 

Namun saat menunggu itulah, personel kepolisian terlebih dahulu tiba di lokasi dan langsung melakukan pembubaran sebelum kegiatan tersebut benar-benar terjadi.

 

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari patroli kamtibmas yang rutin dilakukan kepolisian, khususnya selama bulan Ramadan.

 

“Patroli ini kami lakukan untuk mencegah aktivitas masyarakat yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat, terutama pada malam hari selama bulan Ramadan,” ujar Ipda Agung Intama.

 

Ia menjelaskan, aksi perang mercon dan balap liar yang kerap dilakukan oleh anak-anak muda di wilayah tersebut sudah sering dikeluhkan warga. Selain menimbulkan kebisingan, aktivitas tersebut juga dinilai sangat berbahaya bagi pengguna jalan lainnya.

 

Apalagi Jalan Raya Sepulu merupakan jalur Pantura Madura yang cukup ramai dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.

Halaman Selanjutnya
img_title