Begini Cara Bangkalan Sikapi Perang Iran-Israel

ASN Bangkalan dianjurkan bersepeda guna hemat energi
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Suasana tak biasa terlihat di hari pertama masuk kerja usai libur Lebaran Idul Fitri di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Seluruh kepala dinas, ASN, hingga pegawai non-ASN kompak datang ke kantor dengan sepeda pancal, bukan kendaraan bermotor seperti biasanya.

Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem

 

Pemandangan ini terlihat saat apel pagi yang digelar di halaman Kantor Pemkab Bangkalan, Jalan Soekarno-Hatta. Ratusan pegawai tampak memadati area dengan sepeda, sekaligus mengikuti kegiatan halal bihalal setelah libur panjang.

Curas Siang Bolong di Sumenep, Warga Pamekasan Ditangkap Polisi

 

Kebijakan tersebut bukan sekadar tren sesaat. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi dampak konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak dunia.

Ibu-Anak Ditemukan Tewas di Sungai Bangkalan, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

 

Seperti diketahui, ketegangan geopolitik di kawasan tersebut, termasuk pembatasan di Selat Hormuz, berdampak pada distribusi energi global. Kondisi ini memicu kekhawatiran akan terganggunya pasokan bahan bakar minyak (BBM), termasuk di Indonesia.

 

Sebagai respons, pemerintah pusat telah mengimbau penghematan energi di berbagai sektor. Pemkab Bangkalan pun langsung menerjemahkan imbauan tersebut melalui kebijakan sederhana namun konkret, yakni mendorong ASN beralih ke sepeda pancal.

 

“Ini bagian dari upaya penghematan energi sekaligus mengurangi polusi udara,” ujar Wakil Bupati Bangkalan, Moh Fauzan Ja’far.

 

Menurutnya, penggunaan sepeda tidak hanya berdampak pada efisiensi BBM, tetapi juga memberikan manfaat kesehatan bagi para pegawai. Aktivitas bersepeda ke kantor dinilai bisa menjadi sarana olahraga rutin di tengah kesibukan kerja.

 

Selain itu, langkah ini diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya penghematan energi, terutama di tengah ketidakpastian kondisi global.

 

Pemkab Bangkalan berencana menerapkan kebijakan bersepeda ke kantor ini secara berkala, tidak hanya pada momen tertentu. Namun, pelaksanaannya masih menunggu regulasi resmi dari pemerintah pusat sebagai payung hukum.

 

“Ke depan akan kita atur hari-hari tertentu untuk penggunaan sepeda pancal, sambil menunggu aturan lebih lanjut,” tambah Fauzan.

 

Meski terbilang sederhana, kebijakan ini mendapat respons positif dari sejumlah pegawai. Selain hemat biaya transportasi, mereka juga merasa lebih segar saat memulai aktivitas kerja.

 

Langkah Pemkab Bangkalan ini menjadi contoh nyata bagaimana pemerintah daerah bisa bergerak cepat menghadapi isu global dengan solusi lokal. Di tengah ancaman krisis energi, perubahan kecil seperti bersepeda justru bisa membawa dampak besar jika dilakukan secara konsisten.(RHM)