Musikal Patrol Berujung Bentrok di Bangkalan, Dua Kelompok Pemuda Diamankan

Bentrok antar kelompok pemuda di Bangkalan, Polisi amankan kedua kubu
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Tradisi musikal patrol di Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan, Madura, berubah menjadi kericuhan pada Jumat dini hari (20/3/2026). Dua kelompok pemuda terlibat bentrokan di Jalan Raya depan Pasar Sepulu setelah diduga terjadi saling ejek yang memicu emosi.

Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem

 

Peristiwa ini bermula saat ratusan pemuda berkumpul di sepanjang jalan untuk memainkan alat musik tradisional dalam rangka menyemarakkan akhir bulan Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri. Suasana yang awalnya meriah berubah tegang ketika salah satu kelompok melemparkan sebuah gentong plastik.

Curas Siang Bolong di Sumenep, Warga Pamekasan Ditangkap Polisi

 

Nahas, lemparan tersebut justru mengenai kelompok lain. Insiden itu langsung memicu kemarahan dan memancing aksi balasan. Kedua kelompok kemudian terlibat bentrokan, saling lempar berbagai benda yang ada di sekitar lokasi. Selain itu, aksi saling pukul juga tak terhindarkan, membuat situasi di sekitar pasar sempat mencekam.

Ibu-Anak Ditemukan Tewas di Sungai Bangkalan, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

 

Sejumlah warga yang berada di lokasi sempat panik dan berusaha menjauh untuk menghindari bentrokan. Arus lalu lintas di jalan utama tersebut juga terganggu akibat kerumunan dan aksi saling serang antar kelompok pemuda.

 

Beruntung, kericuhan tidak berlangsung lama. Petugas dari Polsek Sepulu bersama tokoh masyarakat setempat segera turun tangan untuk meredam situasi. Upaya persuasif dilakukan agar kedua kelompok menghentikan aksi kekerasan.

 

Kasi Humas Polres Bangkalan, Ipda Agung Intama, mengatakan pihaknya langsung mengamankan para pemuda yang terlibat untuk mencegah bentrokan susulan. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Sepulu untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

 

“Setelah dilakukan mediasi, kedua belah pihak sepakat untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatannya,” ujar Ipda Agung.

 

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar tetap menjaga ketertiban selama menjalankan tradisi Ramadan seperti musikal patrol. Menurutnya, kegiatan tersebut seharusnya menjadi sarana mempererat silaturahmi, bukan justru memicu konflik.

 

Tidak ada laporan korban luka serius dalam kejadian ini. Namun, polisi tetap meningkatkan patroli di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kejadian serupa menjelang Lebaran.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa euforia perayaan harus tetap diiringi dengan sikap saling menghormati agar tidak berujung pada aksi yang merugikan banyak pihak.(RHM)