Emak-Emak Tabrakan di Bangkalan, Terseret 5 Meter Terekam CCTV
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan dua sepeda motor terjadi di Jalan Raya Tlomar, Kecamatan Tanah Merah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Insiden ini menjadi sorotan setelah rekaman CCTV warga yang menangkap detik-detik tabrakan beredar luas dan menarik perhatian publik, termasuk warganet internasional yang menyoroti aspek keselamatan berkendara.
Dalam video tersebut terlihat tiga emak-emak berboncengan menggunakan satu sepeda motor tanpa mengenakan helm. Mereka hendak menyeberang jalan menuju pasar pagi. Namun, situasi berubah drastis ketika dari arah berlawanan melaju sepeda motor lain dengan kecepatan cukup tinggi di jalur lurus.
Saat motor yang ditumpangi tiga perempuan itu mulai memasuki badan jalan, tabrakan pun tak terhindarkan. Benturan keras membuat seluruh pengendara terpental. Sepeda motor yang dikendarai tiga emak-emak bahkan terseret hingga sekitar lima meter dari titik awal tabrakan, sementara para korban terjatuh dan berguling di aspal.
Pengendara motor pria yang terlibat kecelakaan juga mengalami nasib serupa. Ia terjatuh cukup keras akibat benturan tersebut. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Keempat orang yang terlibat hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan.
Meski kecelakaan tampak cukup serius dalam rekaman video, penyelesaian kasus dilakukan secara kekeluargaan di lokasi kejadian. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak melanjutkan ke proses hukum.
Kasi Humas Polres Bangkalan, IPDA Agung Intama, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyampaikan bahwa kecelakaan terjadi akibat kurangnya kehati-hatian saat menyeberang jalan serta pelanggaran aturan keselamatan berkendara.
Pihak kepolisian pun kembali mengingatkan masyarakat agar lebih disiplin saat berkendara, terutama di jalur padat seperti Jalan Raya Tlomar yang dikenal ramai pada siang hari. Pengendara diminta memastikan kondisi jalan aman sebelum menyeberang, serta mematuhi aturan lalu lintas.
Selain itu, penggunaan helm juga menjadi perhatian utama dalam kasus ini. Polisi menegaskan bahwa helm bukan sekadar formalitas, melainkan perlindungan penting untuk mengurangi risiko cedera fatal. Tidak hanya itu, berboncengan lebih dari dua orang juga melanggar aturan dan sangat membahayakan keselamatan.