Ibu dan Anak Diduga Lompat ke Sungai Tonjung Bangkalan, Pencarian Intensif

Tim SAR saat sedang melakukan patroli pencarian korban hilang
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Peristiwa tragis terjadi di Sungai Dam Tonjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura. Seorang ibu dan anaknya yang masih berusia delapan tahun diduga nekat mengakhiri hidup dengan melompat ke sungai, Selasa. Hingga kini, keduanya masih dalam pencarian tim gabungan.

Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem

 

Kejadian ini sontak menggegerkan warga sekitar. Suasana haru pecah di lokasi saat seorang nenek, yang merupakan keluarga korban, menangis histeris di tepi sungai setelah mengetahui cucu dan menantunya diduga melompat ke dalam aliran sungai yang cukup dalam.

Curas Siang Bolong di Sumenep, Warga Pamekasan Ditangkap Polisi

 

Dalam video amatir yang beredar, nenek korban terlihat berusaha mendekati bibir sungai, bahkan sempat hendak terjun untuk mencari anggota keluarganya. Namun aksi tersebut berhasil dicegah warga karena kondisi sungai yang berbahaya dan arus yang cukup deras.

Ibu-Anak Ditemukan Tewas di Sungai Bangkalan, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

 

Kepanikan keluarga semakin memuncak ketika warga bersama petugas menemukan barang milik korban, berupa sandal anak yang tersangkut di lumpur pinggiran sungai. Temuan itu memperkuat dugaan bahwa keduanya benar-benar masuk ke dalam sungai.

 

Berdasarkan keterangan pihak keluarga, korban diketahui bernama Siti Ruqoiyah (38) dan anaknya, Ibromim (8). Menurut penuturan kerabatnya, Ilaritsa, korban sebelumnya pernah menunjukkan tanda-tanda putus asa. Bahkan, menjelang Hari Raya Idul Fitri, korban sempat mencoba melakukan aksi serupa dari Jembatan Suramadu, namun berhasil digagalkan oleh suaminya.

 

“Waktu itu sempat mau lompat dari jembatan, tapi langsung ditarik suaminya,” ujar Ilaritsa.

 

Saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangkalan bersama unsur Muspika Kecamatan Burneh dan dibantu warga terus melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian. Tim menyisir area sungai menggunakan perahu karet, terutama di titik yang diduga menjadi lokasi jatuhnya korban.

 

Selain itu, BPBD juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Provinsi Jawa Timur guna memperkuat upaya pencarian. Proses evakuasi terkendala oleh kondisi air yang keruh dan kedalaman sungai yang cukup ekstrem.

 

Pihak kecamatan mengimbau masyarakat untuk tidak berkerumun di sekitar lokasi pencarian agar tidak mengganggu proses evakuasi. Warga juga diminta tetap waspada dan berhati-hati saat berada di sekitar bantaran sungai.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis anggota keluarga. Jika menemukan tanda-tanda seseorang mengalami tekanan mental, masyarakat diharapkan segera memberikan perhatian dan mencari bantuan profesional agar kejadian serupa tidak terulang.(RHM)