Ibu-Anak Ditemukan Tewas di Sungai Bangkalan, Rekaman CCTV Jadi Petunjuk

Jenazah bocah tewas tenggelam di sungai Bangkalan dievakuasi
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jasad seorang bocah sekolah dasar berinisial M.I yang sebelumnya dilaporkan hilang usai diduga dibawa ibunya untuk bunuh diri dengan cara melompat ke sungai. Jasad korban ditemukan tidak jauh dari lokasi penemuan sang ibu di aliran Sungai Tonjung, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur.

Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem

 

Korban M.I, yang masih duduk di bangku kelas dua SD, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu (2/4). Jasadnya tersangkut akar pepohonan di aliran sungai, sekitar 500 meter dari titik awal penemuan jasad ibunya, S.R, seorang ibu muda.

Curas Siang Bolong di Sumenep, Warga Pamekasan Ditangkap Polisi

 

Setelah ditemukan, jasad korban langsung dievakuasi oleh tim SAR gabungan ke kamar jenazah RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut. Penemuan ini sekaligus mengakhiri operasi pencarian yang dilakukan sejak laporan kejadian diterima.

Bocah 5 Tahun Tewas Diserang Monyet Lepas di Pamekasan

 

“Dengan ditemukannya kedua korban, operasi pencarian dinyatakan selesai,” ujar Nur Hadi dari Basarnas Provinsi Jawa Timur.

 

Peristiwa tragis ini semakin mengundang perhatian setelah beredarnya rekaman CCTV milik warga. Dalam video tersebut, terlihat S.R berjalan bersama anaknya pada Selasa dini hari menjelang subuh menuju arah Dam Sungai Tonjung. Rekaman itu menjadi petunjuk penting dalam proses pencarian kedua korban.

 

Menurut keterangan pihak keluarga, S.R diketahui memiliki riwayat gangguan kejiwaan dan beberapa kali menunjukkan tanda-tanda ingin mengakhiri hidupnya. Namun, keluarga tidak menyangka kondisi tersebut berujung pada tindakan fatal yang juga merenggut nyawa sang anak.

 

Duka mendalam menyelimuti keluarga korban saat jenazah ibu dan anak tersebut tiba di rumah sakit. Tangis histeris pecah ketika keluarga menyaksikan langsung kondisi kedua korban di kamar jenazah.

 

Pihak berwenang memastikan bahwa kedua jenazah telah menjalani pemeriksaan medis sebelum diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Hingga kini, kasus tersebut tidak dilanjutkan ke proses hukum mengingat kuatnya dugaan bunuh diri yang dipicu kondisi mental korban.

 

Tragedi ini menjadi pengingat penting akan urgensi perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi individu dengan riwayat gangguan kejiwaan. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar dinilai sangat krusial untuk mencegah kejadian serupa terulang.

 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk lebih peka terhadap tanda-tanda depresi atau tekanan psikologis di lingkungan sekitar, agar langkah pencegahan dapat dilakukan sedini mungkin.(RHM)