Sun Halo Muncul di Pamekasan, Warga Kaitkan dengan Cuaca Ekstrem
- Riskiyadi
Pamekasan-, Fenomena langka berupa Sun Halo atau halo matahari muncul di langit Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (3/4/2026). Lingkaran cahaya putih yang mengelilingi matahari itu sontak menarik perhatian warga dan menjadi perbincangan luas, baik di lingkungan sekitar maupun media sosial.
Sejak siang hari, sejumlah warga terlihat mengabadikan momen tersebut menggunakan ponsel. Fenomena ini tampak jelas sebagai cincin terang yang melingkari matahari di tengah cuaca cerah dengan awan tipis. Tidak sedikit warga yang mengaitkan kemunculan Sun Halo dengan pertanda perubahan cuaca ekstrem di wilayah Madura.
Ruslan (42), warga Kecamatan Pakong, menyebut fenomena tersebut kerap dikaitkan dengan peralihan musim. Menurutnya, kemunculan halo matahari sering dianggap sebagai tanda datangnya musim kemarau.
“Biasanya setelah fenomena ini muncul, cuaca jadi panas di siang hari dan terasa lebih dingin saat malam,” ujarnya.
Pendapat serupa juga disampaikan Samsulla (40), warga setempat. Ia menilai fenomena Sun Halo bukan hal baru bagi masyarakat Madura, terutama menjelang musim kemarau yang identik dengan aktivitas pertanian tembakau.
“Kalau sudah ada tanda seperti ini, biasanya kemarau akan panjang. Petani tembakau justru berharap kondisi ini karena berpengaruh pada kualitas hasil panen,” katanya.
Meski begitu, penjelasan ilmiah disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Fenomena Sun Halo terjadi akibat pembiasan cahaya matahari oleh kristal es yang berada di awan cirrus pada ketinggian sekitar 5 hingga 10 kilometer di atas permukaan bumi.
Ketika sinar matahari melewati kristal es tersebut, cahaya akan dibelokkan dan membentuk lingkaran menyerupai cincin di sekitar matahari. Fenomena ini umumnya muncul saat kondisi cuaca cerah dengan keberadaan awan tipis di lapisan atas atmosfer.
BMKG juga menyebut bahwa Sun Halo sering disebut sebagai “cincin matahari” atau solar halo. Kemunculannya memang kerap bertepatan dengan perubahan kondisi cuaca, namun tidak selalu menjadi indikator pasti akan terjadinya cuaca ekstrem.
Walau terlihat tidak biasa, fenomena ini tergolong aman dan cukup sering terjadi di berbagai wilayah dunia. Namun, masyarakat tetap diimbau untuk tidak menatap langsung ke arah matahari tanpa pelindung karena dapat merusak mata.
Fenomena Sun Halo di Pamekasan ini pun menjadi momen menarik yang memperlihatkan keindahan alam, sekaligus mengingatkan pentingnya memahami peristiwa alam secara ilmiah dan tidak hanya berdasarkan mitos yang berkembang di masyarakat.