Ketika Robot UTM Juara Dunia

Muhammad Nurul Anwar, mahasiswa Program Studi Teknik Mekatronika Fakultas Teknik UTM
Sumber :
  • Abdur Rahem

Malaysia-, Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Tim mahasiswa Fakultas Teknik UTM berhasil meraih Juara 1 kategori Robot Soccer pada ajang Perak International Robotic Competition 2026 (PIRC’26) yang digelar di Perak, Malaysia.

Misteri Motor Terlantar di Suramadu Terkuak, Pemiliknya Ditemukan Tewas

 

Kompetisi internasional tersebut merupakan bagian dari JTM International AI & Robotic Carnival (AIROC’26) yang berlangsung pada 24 hingga 26 April 2026 di ADTEC JTM Kampus Taiping, Malaysia. Dalam ajang bergengsi itu, delegasi Indonesia melalui ARKAI atau Asosiasi Robotika dan Kecerdasan Artifisial Indonesia sukses mencuri perhatian lewat inovasi robot sepak bola karya mahasiswa UTM.

Kematian Misterius Prajurit TNI AL di KRI, Versi Bunuh Diri Dibantah Keluarga

 

Tim UTM dipimpin oleh Muhammad Nurul Anwar, mahasiswa Program Studi Teknik Mekatronika Fakultas Teknik UTM. Mereka tampil impresif dan berhasil mengungguli peserta dari berbagai negara seperti Malaysia, Jepang, Thailand, Singapura, Türkiye, serta sejumlah delegasi dari Indonesia lainnya.

Kematian Prajurit TNI AL Sisakan Tanda Tanya dan Bekas Lebam

 

Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa mahasiswa Madura mampu bersaing di tingkat internasional, khususnya dalam bidang robotika dan kecerdasan artifisial yang kini berkembang sangat pesat.

 

Ketua tim, Muhammad Nurul Anwar, mengaku bersyukur atas capaian yang diraih bersama timnya. Menurutnya, kemenangan itu merupakan hasil dari proses panjang yang penuh perjuangan dan kerja sama.

 

“Alhamdulillah kami berhasil meraih Juara 1 dan membawa pulang Gold Medal melalui inovasi Robot Soccer. Ini bukan hasil kerja individu, tetapi hasil kolaborasi tim yang sangat solid,” ujarnya.

 

Ia menjelaskan, proses pengembangan robot dilakukan melalui berbagai tahapan mulai dari riset, pengujian sistem, hingga penyempurnaan teknologi agar robot mampu tampil optimal saat pertandingan berlangsung.

 

Nurul juga menyampaikan apresiasi kepada anggota tim pendukung, yakni Septya Dwi Lestari dan Muhammad Rifqi Khoirul Anwar, yang turut berkontribusi dalam proses pengembangan robot.

 

Selain itu, dukungan dari berbagai pihak juga dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan tersebut. Salah satunya datang dari iSee Robot Surabaya yang membantu penyediaan komponen robot.

 

“Dukungan itu sangat berarti bagi kami sehingga proses pengembangan robot dapat berjalan lancar hingga siap bertanding di level internasional,” tambahnya.

 

Dosen pembimbing tim, Ir. Ach. Dafid, S.T., M.T., mengatakan prestasi tersebut mencerminkan kemampuan mahasiswa UTM dalam bidang teknologi terapan, khususnya mekatronika dan robotika.

 

Menurutnya, keberhasilan itu tidak hanya berbicara soal kemenangan, tetapi juga menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan persoalan teknis, berpikir inovatif, dan bekerja dalam tim.

 

“Keberhasilan ini menunjukkan kemampuan teknis, problem solving, serta kolaborasi tim yang kuat. Ini merupakan hasil dari konsistensi riset terapan yang dilakukan mahasiswa,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Kerja Sama, dan Alumni UTM, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., turut mengapresiasi capaian internasional tersebut. Ia menilai prestasi ini menjadi penguat reputasi UTM di tingkat global.

 

“Prestasi ini sangat membanggakan dan semakin meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa UTM untuk bersaing di level internasional. Kami berharap mahasiswa terus mengembangkan potensi dan menjadi pejuang prestasi,” tuturnya.

 

Capaian tersebut sekaligus menegaskan komitmen Universitas Trunojoyo Madura dalam mencetak lulusan yang unggul, inovatif, dan mampu bersaing di dunia internasional.

 

Melalui semangat “Berakar di Madura, Berdampak untuk Dunia”, UTM terus mendorong mahasiswanya untuk berprestasi dan menghadirkan inovasi nyata bagi kemajuan bangsa di era teknologi modern.(rhm)