Terseret Ombak, Pemancing Tewas di Suramadu
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Duka menyelimuti kawasan pesisir bawah Jembatan Suramadu sisi Bangkalan, Jawa Timur. Seorang pemancing bernama Mustofa, warga Desa Pangpong, Kecamatan Labang, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam saat memancing bersama rekannya di area bebatuan karang pinggir pantai.
Korban ditemukan tim SAR gabungan pada hari kedua pencarian dalam kondisi mengambang di sekitar bawah Jembatan Suramadu. Proses evakuasi berlangsung dramatis dan menjadi perhatian para pengguna jalan yang melintas di atas jembatan.
Bahkan, sejumlah pengendara motor yang melihat jasad korban dari kejauhan sempat mengira korban merupakan orang yang melompat dari jembatan untuk bunuh diri. Namun setelah dipastikan petugas, korban diketahui merupakan pemancing yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret ombak.
Tim SAR gabungan dari Satpolairud Polres Bangkalan dan BPBD Bangkalan kemudian mengevakuasi jasad korban menggunakan perahu menuju bibir pantai. Kedatangan jasad Mustofa langsung disambut tangis histeris keluarga yang sejak sehari sebelumnya setia menunggu kabar pencarian di lokasi.
Peristiwa nahas tersebut bermula saat Mustofa bersama temannya, Fawaid, memancing ikan di antara bebatuan karang kawasan Suramadu. Keduanya diduga terlalu fokus memancing hingga tidak menyadari air laut mulai pasang dan arus semakin besar.
Saat kondisi ombak membesar, Fawaid lebih dulu terpeleset dan terseret arus laut. Melihat rekannya dalam bahaya, Mustofa spontan berusaha menolong dengan terjun ke laut. Namun derasnya arus membuat keduanya sama-sama terseret ombak.
Beruntung, Fawaid berhasil ditemukan lebih dulu dalam kondisi selamat meski mengalami luka lebam di sejumlah bagian tubuh. Ia selamat setelah tubuhnya tersangkut jaring nelayan di sekitar lokasi kejadian.
Sementara itu, Mustofa hilang terbawa arus hingga akhirnya ditemukan beberapa jam kemudian dalam kondisi meninggal dunia. Atas permintaan keluarga, jasad korban langsung dibawa ke rumah duka tanpa dilakukan autopsi.
Kepala Pelaksana BPBD Bangkalan, M. Zainul Qomar, mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan pesisir, terutama ketika cuaca buruk dan curah hujan tinggi masih terjadi di wilayah Madura.
Menurutnya, kondisi air laut dapat berubah secara tiba-tiba dan memicu gelombang besar yang membahayakan keselamatan warga, khususnya nelayan maupun pemancing yang berada di pinggir pantai.(rhm)