1.384 Jamaah Haji Pamekasan Siap Berangkat, Tertua 96 Tahun, Termuda 14 Tahun

Calon jamaah haji asal Pamekasan Madura
Sumber :
  • Riskyadi

Pamekasan-, Sebanyak 1.384 calon jamaah haji asal Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, dipastikan berangkat ke Tanah Suci pada 10 Mei 2026 mendatang. Ribuan jamaah tersebut terdiri dari berbagai kelompok usia, termasuk lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.

Konvoi Kelulusan Ricuh, Sejumlah Pelajar di Bangkalan Diamankan Polisi

 

Dari total jamaah, tercatat ada 120 jamaah lanjut usia dan 10 jamaah disabilitas yang akan menunaikan ibadah haji tahun ini. Pemerintah pun memastikan seluruh jamaah mendapat pendampingan dan pelayanan kesehatan secara maksimal selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah di Arab Saudi.

Polisi Gagalkan Penyelundupan Solar Subsidi di Pamekasan, Dugaan Mafia BBM Madura Kian Disorot

 

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Pamekasan, Abdul Halim, mengatakan jamaah tertua asal Pamekasan tahun ini berusia 96 tahun, sedangkan jamaah termuda masih berusia 14 tahun.

Begini Ketika 'GARAM MADURA MANIS'

 

“Jamaah haji Pamekasan tertua tahun ini usia 96 tahun, sedangkan yang paling muda 14 tahun,” ujar Abdul Halim, Jumat (8/5/2026).

 

Menurutnya, seluruh jamaah saat ini terus dipantau kondisi kesehatannya oleh Dinas Kesehatan dan tim medis kloter. Pengawasan dilakukan secara intensif, terutama bagi jamaah yang memiliki riwayat penyakit serta jamaah lansia.

 

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiagakan tenaga medis, terutama bagi jamaah lansia dan disabilitas selama proses keberangkatan hingga pelaksanaan ibadah haji,” katanya.

 

Ia menjelaskan, setiap kelompok terbang nantinya akan didampingi empat petugas haji yang terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, dokter, dan perawat. Pendampingan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.

 

Abdul Halim menambahkan, 1.384 jamaah haji asal Pamekasan akan dibagi menjadi empat kelompok terbang atau kloter. Keempat kloter tersebut yakni Kloter SUB 73, SUB 74, SUB 75, dan SUB 76.

 

“Setiap kloter sudah disiapkan petugas pendamping untuk membantu jamaah selama perjalanan dan pelaksanaan ibadah,” imbuhnya.

 

Selain kesiapan teknis dan kesehatan, pihak Kemenhaj juga meminta keluarga jamaah agar tidak khawatir terkait kondisi keamanan di Timur Tengah yang saat ini masih menjadi perhatian dunia internasional.

 

Menurut Abdul Halim, pemerintah pusat bersama otoritas Arab Saudi telah memastikan seluruh rangkaian penyelenggaraan ibadah haji berjalan normal dan aman bagi seluruh jamaah Indonesia.

 

“Pihak keluarga jangan khawatir, semuanya aman. Aktivitas penyelenggaraan ibadah haji berjalan normal dan lancar,” pungkasnya.