Ketupat dan Gurita Hiasi Koper Calon Haji Bangkalan
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Ratusan koper milik calon jemaah haji kloter 72 dan 73 asal Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur, tampak penuh hiasan unik saat disetorkan ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Bangkalan. Berbagai tanda pengenal dipasang jemaah agar koper mudah dikenali ketika tiba di Tanah Suci.
Pantauan di lokasi, koper-koper itu dihiasi beragam benda mencolok. Mulai dari ketupat mini, kain warna-warni, tali tambang, boneka gurita, mainan ubur-ubur karet bercahaya, hingga bunga plastik. Hiasan tersebut sengaja dipasang sebagai penanda khusus milik masing-masing jemaah.
Suasana kantor Kemenhaj Bangkalan pun ramai sejak pagi. Para calon jemaah bersama keluarga berdatangan membawa koper yang akan dikirim lebih dulu ke Asrama Haji Surabaya sebelum keberangkatan.
Sebanyak 802 calon jemaah haji yang tergabung dalam kloter 72 dan 73 dijadwalkan berangkat pada Minggu pagi dan siang pekan depan. Mereka akan diberangkatkan dari halaman Masjid Agung Bangkalan menuju Asrama Haji Surabaya sebelum terbang ke Arab Saudi.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Bangkalan, Arief Rohman, mengatakan pemberian tanda atau hiasan pada koper memang tidak diwajibkan. Namun pihaknya tetap mengimbau jemaah memberikan penanda agar koper lebih mudah ditemukan saat berada di Mekkah.
“Tujuannya supaya jamaah lebih mudah mengenali koper masing-masing ketika sudah sampai di sana. Karena bentuk dan warna koper kebanyakan hampir sama,” ujar Arief Rohman.
Meski demikian, tidak semua jemaah memasang hiasan tambahan di koper mereka. Sebab setiap koper nantinya juga akan dilengkapi foto pemilik serta barcode khusus yang dapat dipindai untuk mempermudah identifikasi.
Selain menerima setoran koper, petugas Kemenhaj Bangkalan juga melakukan penimbangan barang bawaan jemaah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan berat koper tidak melebihi batas kapasitas yang telah ditentukan maskapai penerbangan.
Arief menambahkan, pihaknya telah menyiapkan tiga armada truk untuk mengangkut seluruh koper jemaah menuju Asrama Haji Surabaya. Pengiriman dilakukan H-1 sebelum keberangkatan agar seluruh barang bawaan sudah siap saat jemaah tiba di asrama.
“Kami pastikan seluruh koper terkirim sesuai jadwal. Penimbangan juga penting supaya tidak ada barang bawaan berlebih yang bisa menghambat proses keberangkatan,” katanya.
Tradisi memberi tanda unik pada koper haji sendiri sudah lama dilakukan sebagian jemaah asal Madura. Selain mempermudah pencarian, hiasan tersebut juga menjadi ciri khas sekaligus pengingat bagi pemiliknya di tengah ribuan koper jemaah dari berbagai daerah.(rhm)