LAGI! Puluhan Siswa Keracunan MBG di Bangkalan, Korban Bertambah Jadi 52 Orang

Sejumlah siswa Bangkalan dirawat setelah berhasil dievakuasi dari sekolah karena keracunan
Sumber :
  • Abdur Rahem

Bangkalan-, Kasus dugaan keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kokop, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, terus bertambah. Hingga Kamis (4/6/2026), sedikitnya 52 siswa dari berbagai sekolah dilaporkan mengalami gejala keracunan dan menjalani perawatan di Puskesmas Kokop.

img_title Insentif Kader Posyandu MBG Diduga Dipotong 10%, Aktivis Soroti Dugaan Keterlibatan Banyak Pihak

 

Para siswa yang menjadi korban berasal dari sejumlah jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, MTs hingga SMA. Mereka mengeluhkan gejala yang hampir seragam, seperti mual, muntah, sakit perut, hingga diare setelah menyantap makanan yang dibagikan dalam program MBG.

img_title Demam Piala Dunia 2026 Mulai Melanda Bangkalan

 

Banyaknya jumlah korban membuat ruang perawatan di Puskesmas Kokop mendadak penuh. Sejumlah siswa terlihat harus antre untuk mendapatkan penanganan medis, sementara petugas kesehatan bekerja ekstra untuk melayani para pasien yang terus berdatangan.

img_title Dituding Mencuri, Pria di Sampang Tertembak Usai Cekcok

 

Berdasarkan data sementara, kasus ini pertama kali terdeteksi setelah 21 siswa SMAN 1 Kokopdilarikan ke puskesmas akibat mengalami keluhan kesehatan usai menyantap menu MBG. Setelah mendapatkan perawatan, sebagian besar siswa diperbolehkan pulang, sementara satu siswa masih harus menjalani rawat inap.

 

Namun, beberapa jam kemudian, jumlah korban terus bertambah. Puluhan siswa dari sekolah lain, termasuk SDN Bandasoleh 1 dan sejumlah sekolah swasta di Kecamatan Kokop, juga mengalami gejala serupa dan datang ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan perawatan.

 

Hingga sore hari, jumlah korban tercatat mencapai 52 siswa. Angka tersebut masih berpotensi meningkat karena proses pendataan dan pemantauan masih dilakukan oleh tim terkait.

 

Satgas MBG Pemerintah Kabupaten Bangkalan membenarkan adanya insiden tersebut. Meski demikian, mereka belum memberikan keterangan rinci terkait penyebab pasti kejadian dan masih menunggu hasil monitoring serta investigasi lapangan.

 

Menurut sejumlah wali murid, anak-anak mereka mulai mengeluhkan kondisi tubuh yang tidak nyaman beberapa saat setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan sekolah.

 

“Anak saya mengeluh mual, kemudian muntah-muntah. Beberapa temannya juga mengalami hal yang sama,” ujar salah seorang wali murid.

 

Dari hasil penelusuran sementara, menu MBG yang dikonsumsi para siswa pada hari itu terdiri dari nasi, sate ayam, tempe goreng, acar, dan semangka. Paket makanan tersebut didistribusikan oleh sebuah yayasan yang berlokasi di Desa Dupok, Kecamatan Kokop.

Halaman Selanjutnya
img_title