Ketika “Penjahat” Bernama Prabowo
- Veros Afif MZ
Harapan itu ada pada rakyat yang berani mengkritik tanpa membenci. Rakyat yang berani melawan koruptor tanpa memusuhi negaranya sendiri. Rakyat yang mampu membedakan antara pejabat nakal dan institusi negara, antara pengkhianat jabatan dan cita-cita kebangsaan.
Pada akhirnya, koruptor bisa ditangkap. Pejabat bisa diganti. Menteri bisa dicopot. Anggota DPR bisa kalah dalam pemilu. Bahkan Presiden pun bisa berganti.
Tetapi Indonesia harus tetap berdiri.
Karena itu, mari menjaga akal sehat. Lawan korupsi sampai ke akarnya. Kritik pemerintah jika keliru. Dukung jika benar. Awasi kekuasaan tanpa henti.
Namun jangan pernah membiarkan siapa pun memecah belah bangsa ini. Sebab ketika rakyat saling membenci, ketika sesama anak bangsa saling curiga, dan ketika kita sibuk bertengkar satu sama lain, para perampok negeri justru bekerja dengan tenang.
Dan itulah kemenangan terbesar mereka. Bukan karena mereka terlalu kuat, melainkan karena kita terlalu mudah dipecah belah.
Mari jaga rumah kita bersama, Indonesia Raya.