Laga Liga 4 Zona Jatim di Bangkalan Diwarnai Insiden Keras

Insiden kekerasan di olahraga sepak bola
Sumber :

Bangkalan-, Pertandingan sepak bola Liga 4 Zona Jawa Timur dalam lanjutan babak 32 besar yang mempertemukan Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta Tulungagung berlangsung sengit dan penuh tensi. Laga yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Senin sore, diwarnai insiden keras setelah salah satu pemain Putra Jaya Pasuruan dengan sengaja menendang dada pemain Perseta Tulungagung hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Insiden tersebut terjadi saat pemain Putra Jaya Pasuruan menerjang pemain Perseta dalam perebutan bola. Tendangan kaki yang mengarah ke dada membuat pemain Perseta langsung terkapar di atas lapangan. Wasit yang memimpin pertandingan bertindak tegas dengan mengeluarkan kartu merah dan mengusir pemain Putra Jaya dari lapangan.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Akibat kejadian itu, emosi pemain Perseta Tulungagung sempat memuncak dan nyaris memicu keributan antar pemain maupun ofisial kedua tim. Beruntung, wasit dan perangkat pertandingan dengan cepat melerai sehingga situasi kembali terkendali.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Pemain Perseta yang menjadi korban mengalami memar dan lebam di bagian dada. Ia segera mendapat pertolongan dari tim medis, ditandu ke pinggir lapangan, lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

 

Insiden keras ini diduga dipicu emosi pemain Putra Jaya Pasuruan yang tersulut setelah timnya tertinggal jauh empat gol tanpa balas. Hingga peluit panjang dibunyikan, Perseta Tulungagung berhasil mengamankan kemenangan dengan skor telak 7-2 atas Putra Jaya Pasuruan.

 

Sementara itu, pada pertandingan kedua di stadion yang sama, laga antara Perseba Bangkalan melawan Baruna Nusantara Banyuwangi juga berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim tampil ngotot demi meraih kemenangan, sehingga pertandingan kerap diwarnai benturan dan gesekan keras antar pemain.

 

Presiden Klub Baruna Nusantara Banyuwangi, Haryono, menegaskan pihaknya tidak menyukai aksi kekerasan di lapangan yang berpotensi mencederai pemain lawan.

 

“Kami selalu menekankan kepada pemain agar menjunjung tinggi sikap profesional dan fair play. Kemenangan tidak boleh diraih dengan cara mencederai lawan,” tegasnya.

 

Haryono berharap seluruh peserta Liga 4 Zona Jawa Timur dapat menjaga sportivitas demi menjaga kualitas dan citra sepak bola daerah.(RHM)