Plafon Kelas Ambruk, Siswa SDN Kramat 1 Bangkalan Terpaksa Belajar di Mushola

Survey ruang kelas ambruk
Sumber :

Bangkalan-, Ambruknya plafon ruang kelas I SDN Kramat 1 Bangkalan mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). Insiden tersebut terjadi pada Rabu (28/1/2026) pagi, saat proses pembelajaran sedang berlangsung, sehingga para siswa terpaksa dipindahkan dan belajar secara lesehan di mushola sekolah.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Sebanyak 11 siswa kelas I yang saat itu berada di dalam kelas sempat panik dan berhamburan keluar ketika sebagian plafon tiba-tiba runtuh. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski harus belajar di ruang terbatas dengan kondisi seadanya, semangat para siswa tetap terlihat saat mengikuti pelajaran.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Pasca kejadian, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Bangkalan langsung melakukan peninjauan ke lokasi untuk memastikan kondisi bangunan serta tingkat kerusakan sekolah.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Kepala Bidang Pembinaan SD Dispendik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, mengatakan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan awal, bangunan SDN Kramat 1 merupakan hasil program revitalisasi yang dilaksanakan sekitar tahun 2010.

 

“Dari kondisi bangunan dan jenis konstruksinya, sekolah ini merupakan hasil program revitalisasi sekitar tahun 2010,” jelas Yusri saat ditemui di lokasi.

 

Ia menambahkan, penyebab ambruknya plafon diduga kuat karena kayu penyangga yang sudah rapuh akibat dimakan rayap. Kondisi tersebut diperparah oleh kebocoran genteng yang telah lama dibiarkan, sehingga air hujan masuk dan mengenai struktur kayu penopang plafon.

 

“Kayu penyangga banyak yang dimakan rayap. Selain itu, ada genteng yang jatuh atau pecah sehingga terjadi kebocoran dan air hujan masuk, yang mempercepat kerusakan kayu,” ungkapnya.

 

Meski demikian, Yusri menegaskan bahwa tingkat kerusakan bangunan SDN Kramat 1 masih berada di bawah 50 persen. Dengan kondisi tersebut, sekolah belum memenuhi syarat untuk diajukan program revitalisasi ke pemerintah pusat.

 

“Pengajuan revitalisasi ke pusat baru bisa dilakukan jika kerusakan melebihi 50 persen. Sementara kondisi di sini masih di bawah 30 persen. Namun, perbaikan tetap akan kami anggarkan, baik melalui APBD maupun memungkinkan menggunakan dana BOS,” pungkasnya.

 

Sebelumnya diberitakan, ambruknya plafon kelas I SDN Kramat 1 Bangkalan terjadi secara tiba-tiba saat KBM berlangsung. Sejumlah tas dan perlengkapan belajar siswa sempat tertimbun puing-puing plafon yang runtuh, sebelum akhirnya para siswa dievakuasi keluar kelas demi keselamatan.(RHM)