Ini Cara Siswa di Madura Hindari Kecanduan Gadget
Bangkalan-, Banyak cara dilakukan untuk mengisi hari libur panjang sekolah. Salah satunya dengan berkunjung ke wisata edukasi, seperti yang ada di Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur. Wisata ini memperkenalkan anak-anak usia taman kanak-kanak berbagai jenis tumbuhan, cara membuat pupuk kompos alami, hingga mengenal beragam jenis hewan.
Wisata edukasi tersebut bertujuan memberikan pengetahuan dasar tentang lingkungan sejak dini, sekaligus mengurangi ketergantungan anak-anak terhadap gawai ", atau gadget selama libur sekolah.
Inilah keceriaan para siswa TK saat mengisi libur sekolah dengan berkunjung ke wisata edukasi di Bangkalan. Seluruh peserta yang mayoritas merupakan siswa taman kanak-kanak diajak mengenal berbagai nama tanaman, mulai dari tanaman sayur hingga tanaman buah. Selain itu, mereka juga diajarkan secara langsung cara membuat pupuk kompos dari tumbuhan kering.
Dengan didampingi pemandu wisata, para siswa mengunjungi satu per satu tanaman yang ada di kebun edukasi tersebut. Anak-anak tampak antusias, aktif bertanya, bahkan mencicipi hasil tanaman yang sudah siap panen.
Tak hanya mengenal tanaman, wisata edukasi ini juga membuat anak-anak merasa senang dan bahagia karena dapat melihat serta mengenal berbagai jenis hewan. Bahkan, mereka diberikan pengalaman langsung membuat pupuk kompos secara sederhana.
Menurut Zahira, kegiatan seperti ini sangat menyenangkan dan bermanfaat karena bisa belajar mengenal tanaman secara langsung di alam terbuka.
Kegiatan wisata edukasi ini dinilai sangat bermanfaat bagi siswa. Pasalnya, pengenalan berbagai jenis tanaman dan lingkungan hidup perlu dilakukan sejak dini, terutama di masa libur sekolah, di mana banyak anak lebih memilih bermain gawai dibandingkan mengikuti kegiatan edukatif.
Dengan adanya wisata edukasi ini, diharapkan anak-anak dapat sedikit mengurangi ketergantungan terhadap gadget selama masa liburan.
Menurut Ive Dianita, selain mengenal jenis tanaman, para siswa juga diberikan edukasi tentang cara menanam hingga memanen tanaman. Tidak hanya itu, anak-anak juga diajarkan cara memilah sampah organik dan anorganik, yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk membuat pupuk kompos yang berguna bagi tanaman.(RHM)