Kader Gerindra Bangkalan Tolak Rencana Budi Arie Bergabung ke Partai

Kader Gerindra Bangkalan Tolak Budi Arie
Sumber :

Bangkalan-, Rencana Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi untuk bergabung ke Partai Gerindra menuai penolakan dari sejumlah kader di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

img_title Madura Never Die: Harga Diri, Loyalitas, dan Semangat yang Tak Pernah Padam

 

Melalui deklarasi bersama seluruh kader se-Kabupaten Bangkalan, mereka menegaskan sikap menolak keras kehadiran Budi Arie dalam struktur Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.

img_title Tumpahan Solar Bongkar Sindikat BBM Ilegal di Madura

 

Wakil Ketua DPC Gerindra Bangkalan, Anton Bastone, menilai langkah Budi Arie bergabung ke partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut bukan karena semangat perjuangan politik, melainkan sebagai “tempat berlindung” dari potensi jerat hukum.

img_title Pencuri HP di Supermarket Bangkalan Tertangkap Usai Tabrak Mobil

 

Kami menilai Budi Arie hanya ingin mencari perlindungan politik agar tidak tersingkir dari lingkar kekuasaan, terutama setelah namanya disebut dalam surat dakwaan perkara judi online di Kementerian Kominfo,” ujar Anton Bastone.

 

Diketahui, nama Budi Arie disebut dalam surat dakwaan terhadap empat terdakwa kasus pengamanan situs judi online yang kini tengah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

 

Atas dasar itu, para kader Gerindra di Bangkalan mendesak DPP dan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, agar mempertimbangkan kembali rencana tersebut.

 

Kami meminta DPP mendengarkan suara kader di daerah. Jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan nama besar Gerindra untuk kepentingan pribadi,” tegas Anton.

 

Selain Bangkalan, penolakan terhadap Budi Arie juga datang dari sejumlah DPC Gerindra di daerah lain. Berdasarkan hasil penelusuran, sedikitnya ada tiga DPC Gerindra yang telah menyampaikan surat resmi kepada DPP, meminta agar mantan Menteri Komunikasi dan Informatika itu tidak diterima sebagai kader partai.

 

Penolakan ini menjadi sinyal kuat bahwa manuver politik Budi Arie menuju Gerindra menghadapi resistensi besar dari akar rumput partai di daerah.