4 Bulan Distribusi Air Minim, Warga Dorong Evaluasi PDAM

Pelayanan PDAM Sumenep dikeluhkan
Sumber :

Sumenep-, Keluhan warga Desa Pinggir Papas, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, terkait macetnya suplai air bersih dari PDAM Sumekar semakin memuncak. Kondisi tersebut membuat Kepala Desa Pinggir Papas, H. Ubaid Abdul Hayat, turun tangan dan mendesak pihak PDAM segera melakukan perbaikan.

Santriwati di Bangkalan Dicabuli, DKBP3A Pastikan Korban Alami Trauma Berat

 

Menurut Ubaid, gangguan distribusi air sudah terjadi sejak tiga hingga empat bulan terakhir, namun semakin parah dalam sepekan terakhir.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

Satu minggu ini macet total. Sebenarnya kendala ini sudah berjalan tiga sampai empat bulan, tapi makin ke sini semakin parah, terutama sepekan ini,” ujarnya, Selasa (11/11).

 

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

Ia mengungkapkan banyak warga yang mengeluh karena air tidak lagi mengalir lancar. Bahkan, sejumlah ibu rumah tangga sempat berencana mendatangi kantor PDAM untuk menyampaikan keluhan secara langsung.

Senin kemarin ibu-ibu sudah siap rombongan mau ke PDAM untuk konfirmasi, tapi saya tahan dulu. Saya ingin komunikasi baik-baik dengan pihak PDAM,” jelasnya.

 

Ubaid menuturkan, selama ini air hanya mengalir kecil pada malam hari dan dilakukan secara bergiliran antar dusun. Sedangkan pada pagi hingga siang hari, air sering mati total sehingga mengganggu aktivitas rumah tangga warga.

Kami harapkan PDAM segera menyelesaikan masalah ini. Kasihan masyarakat, air ini kebutuhan dasar manusia. Jangan sampai dibiarkan berlarut-larut,” tegasnya.

 

Ia berencana segera menemui Direktur PDAM Sumekar untuk menanyakan penyebab gangguan sekaligus mendorong percepatan perbaikan layanan air bersih di wilayahnya.

 

Sebelumnya, sejumlah warga juga mengeluhkan hal serupa. Salah seorang warga, AR, mengaku pasokan air di rumahnya sering mati di siang hari.

Maghrib hingga Isya baru hidup, tapi siang mati. Airnya kadang mengalir tidak lancar,” ujarnya, Senin (10/11).

 

AR menambahkan, warga telah beberapa kali melapor ke PDAM, namun tanggapan yang diterima hanya berupa permintaan video kondisi air tanpa adanya tindak lanjut nyata. Akibatnya, sebagian warga terpaksa menumpang mengambil air bersih ke rumah tetangga.

 

Situasi ini memunculkan desakan agar manajemen PDAM Sumekar melakukan evaluasi serius terhadap sistem distribusi dan pelayanan kepada pelanggan.

 

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama PDAM Sumekar Sumenep, Febmi Noerdiansyah, membantah anggapan bahwa pihaknya tidak turun ke lapangan.

Halaman Selanjutnya
img_title