INTERNAL PBNU DIGUNCANG: ROIS SYURIAH BENARKAN ADA PERSETERUAN INTERNAL

Ketua Rais Syuriah PBNU, KH Imam Buchori Cholil
Sumber :

Bangkalan-, Dinamika panas di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) akhirnya mencuat ke permukaan. Salah satu Ketua Rais Syuriah PBNU, KH Imam Buchori Cholil, membenarkan adanya perseteruan internal antara Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) dan Sekretaris Jenderal PBNU KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang dalam beberapa bulan terakhir disebut-sebut menjadi biang disharmoni di lingkungan pengurus.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Saat ditemui di kediamannya, Pondok Pesantren Ibnu Kholil Bangkalan, KH Imam Buchori memaparkan bahwa ketidakharmonisan itu telah berlangsung cukup lama. Imbasnya, sejumlah kebijakan hingga proses administrasi internal PBNU dikabarkan berjalan tersendat dan tidak maksimal.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

“Memang ada perselisihan antara Ketua Umum Tanfidziyah dan Sekjen dalam beberapa bulan terakhir,” ujarnya. Kondisi tersebut, kata Imam Buchori, terjadi sebelum munculnya risalah rapat harian Syuriah PBNU yang berisi desakan agar Gus Yahya mundur dari jabatan Ketum.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Ketegangan internal PBNU ini mencapai titik krusial ketika organisasi tersebut mengundang Peter Berkowitz, sosok yang dinilai memiliki afiliasi dengan Zionis, sebagai narasumber dalam kegiatan Sekolah Pengkaderan Nahdlatul Ulama – Akademi Kepemimpinan Nasional.

 

Pengundangan narasumber tersebut menuai kecaman keras dari jajaran Syuriah PBNU di bawah kepemimpinan Rais Aam KH Miftachul Akhyar, sebelum kemudian menjadi sorotan publik nasional.

 

KH Imam Buchori menyebut langkah kontroversial itu memperlebar jurang perbedaan di internal PBNU dan mempercepat eskalasi konflik hingga akhirnya memunculkan risalah rapat harian Syuriah yang mendorong pemberhentian Gus Yahya.

 

Sementara terkait figur Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PBNU, Imam Buchori menegaskan bahwa keputusan baru dapat diambil setelah dilaksanakannya Rapat Pleno PBNU, yang akan dihadiri jajaran Syuriah, Tanfidziyah, serta para pengurus badan otonom NU lainnya.

 

Hingga kini, dinamika internal PBNU masih bergulir dan menjadi perhatian luas kalangan nahdliyin maupun publik nasional.