6 Santri Tewas Tenggelam, Warga Desak Tutup Tambang Galian C Parseh

TKP tewasnya 6 santri di Bangkalan
Sumber :

Bangkalan-, Tragedi tenggelamnya enam santri Pondok Pesantren Tahfidz Jabal Qur’an di kubangan air bekas tambang galian C ilegal di Desa Parseh, Kecamatan Socah, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, memicu desakan keras dari warga dan aktivis lingkungan. Mereka menilai pemerintah daerah dan kepolisian tak kunjung tegas menindak aktivitas penambangan ilegal yang selama ini marak di wilayah tersebut.

Tabrak Pohon, Bus Mini Muat Durian Terguling di Bangkalan

 

Pantauan di kawasan Bukit Kapur Jeddih, sejumlah titik akses masuk kini dipasangi garis polisi oleh Mapolres Bangkalan. Penutupan area itu dilakukan menyusul insiden tragis yang merenggut enam nyawa santri.

Ternyata Ini Penyebab Warga Pamekasan Berburu Emas Diselokan

 

Kapolres Bangkalan AKBP Hendro Sukmono, yang meninjau langsung lokasi kejadian, menegaskan bahwa penutupan ini masih bersifat sementara dan difokuskan pada area dekat lokasi insiden. Sementara soal legalitas tambang, ia memastikan proses pemeriksaan dan penyelidikan masih berjalan.

Nenek di Bangkalan Dikeroyok, Polisi Tetapkan Tiga Orang Tersangka

 

Namun langkah tersebut dinilai belum cukup. Aktivis lingkungan terus mendesak Pemkab Bangkalan dan pihak kepolisian untuk mengambil tindakan lebih tegas mengingat seluruh aktivitas tambang di kawasan itu disebut ilegal dan tidak memiliki izin resmi.

 

Menurut para aktivis, area galian C di Parseh memiliki kondisi yang sangat membahayakan, terlebih bagi anak-anak yang bisa bebas bermain tanpa pengawasan. Saat musim hujan, kubangan-kubangan bekas galian terisi penuh air dengan kedalaman yang sulit diprediksi sehingga rawan menelan korban, seperti tragedi yang menimpa enam santri beberapa hari lalu.

 

Aktivis lingkungan Mathur Husairi menilai persoalan tambang ilegal bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga menyangkut potensi kerugian negara.

 

“Selain membahayakan keselamatan, tambang ilegal tidak menyumbang PAD sama sekali. Kalau pemerintah tegas dan memfasilitasi penambang agar mengurus izin resmi, daerah juga bisa mendapatkan pemasukan,” ujarnya.

 

Pemerintah dan kepolisian didorong segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh tambang di Bangkalan agar kejadian serupa tidak terulang.