Belasan Guru SD di Bangkalan Klarifikasi Video Karaoke Saat Jam Dinas yang Vira
Bangkalan-, Belasan guru sekolah dasar di Kabupaten Bangkalan memberikan klarifikasi kepada Dinas Pendidikan setempat usai video karaoke mereka saat jam dinas viral di media sosial. Dalam klarifikasinya, para guru mengakui bahwa peristiwa tersebut terjadi dalam rangka acara pelepasan salah seorang guru senior yang memasuki masa pensiun.
Klarifikasi dilakukan setelah para guru dipanggil dan menjalani pemeriksaan internal di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan. Pemeriksaan berlangsung secara tertutup dan melibatkan sebanyak 17 guru dari SDN Pangeranan III.
Dari total 17 guru yang diperiksa, 10 orang di antaranya berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), sementara tujuh lainnya merupakan pegawai berstatus PPPK dan honorer daerah.
Hasil pemeriksaan mengungkap bahwa kegiatan karaoke dan makan bersama yang dilakukan para guru dengan mengenakan pakaian dinas Korpri, sebagaimana terlihat dalam video yang beredar, merupakan bagian dari rangkaian acara perpisahan dan apresiasi kepada guru yang memasuki masa purnatugas.
Para guru juga mengakui bahwa kegiatan tersebut berlangsung pada pukul 12.00 hingga 14.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, mereka kembali ke sekolah untuk melakukan absensi.
Sementara itu, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan menegaskan bahwa pemeriksaan internal dan klarifikasi tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga kedisiplinan aparatur sipil di jajarannya.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Moh Yaqub, menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan klarifikasi dan berkoordinasi dengan Inspektorat terkait peristiwa tersebut.
“Setelah kegiatan itu guru-guru kembali lagi ke sekolah untuk melakukan absensi. Jadi sudah kita lakukan klarifikasi. Yang hadir dalam acara tersebut sebanyak 17 guru dari SDN Pangeranan III. Kami sudah klarifikasi dan koordinasi dengan Inspektorat bahwa memang kegiatan tersebut merupakan acara apresiasi untuk guru yang akan pensiun. Jadi bukan hanya acara nyanyi-nyanyi,” ujar Moh Yaqub.
Meski demikian, Dinas Pendidikan Bangkalan tetap menegaskan pentingnya menjaga profesionalitas dan etika sebagai pendidik, terutama saat jam dinas, agar kejadian serupa tidak kembali menimbulkan polemik di tengah masyarakat.