Tumpeng Sambut Ramadan, Warga Bangkalan Padati Musala di Malam Tarawih Perdana
- Abdur Rahem
Bangkalan-, Tradisi unik mewarnai malam pertama salat tarawih warga Nahdlatul Ulama (NU) di Dusun Manggisan, Desa Burneh, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan. Warga menggelar syukuran tumpeng sebagai bentuk rasa syukur karena masih diberi umur panjang dan kesempatan bertemu kembali dengan bulan suci Ramadan tahun ini.
Sejak usai salat Isya, musala setempat dipadati jamaah dari berbagai kalangan. Mulai dari orang tua hingga anak-anak, semua larut dalam suasana khusyuk menjalankan salat tarawih perdana. Kebersamaan begitu terasa, mencerminkan semangat warga dalam menyambut bulan penuh berkah.
Sebelum prosesi syukuran dimulai, jamaah terlebih dahulu melaksanakan salat Isya dan dilanjutkan dengan salat tarawih secara berjamaah. Usai tarawih, para jamaah menggelar zikir dan doa bersama, memohon keberkahan serta kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh.
Imam salat tarawih, Ustad Hasan, menyampaikan bahwa momentum tarawih pertama bukan sekadar rutinitas ibadah, melainkan awal untuk menghidupkan Ramadan dengan penuh kekhusyukan dan kebersamaan. “Ini wujud syukur kita karena masih diberi kesempatan bertemu Ramadan. Semoga ibadah kita tahun ini lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya.
Sementara itu, Safi’i, salah satu warga, menegaskan bahwa perbedaan penetapan awal Ramadan antara NU dan Muhammadiyah tidak menjadi persoalan di tengah masyarakat. Menurutnya, perbedaan tersebut tidak membuat resah karena pada dasarnya seluruh umat Islam memiliki niat dan tujuan yang sama dalam menjalankan ibadah.
Tradisi tumpeng ini pun menjadi simbol persatuan dan rasa syukur warga Manggisan dalam menyambut Ramadan, sekaligus mempererat tali silaturahmi antarjamaah di lingkungan setempat.(RHM)